Kesehatan

Ada Jejak Sejarah, Garut Pernah Jadi Lokasi Kongres Kesehatan Internasional

×

Ada Jejak Sejarah, Garut Pernah Jadi Lokasi Kongres Kesehatan Internasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman: Ada jejak sejarah Garut pernah jadi lokasi kongres kesehatan internasional. (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, ada jejak sejarah yang menginformasikan bila Garut pernah dijadikan lokasi kongres kesehatan internasional. Karena itu, ia mengapresiasi dengan diselenggarakannya workshop Perhimpunan Radiografer Indonesia (Pari) di Kota Garut, Sabtu (18/01/2020).

“Ini merupakan satu kehormatan bagi Kabupaten Garut, saya ucapkan selamat datang dan tentunya pilihan tempat di sini untuk musyawarah adalah pilihan yang tepat, karena dilihat dari sejarah Kabupaten Garut, yang pernah dijadikan tempat Kongres internasional tentang kesehatan tahun 1931,” kata dia saat membuka workshop yang diselenggarakan di Hotel Santika, Cipanas, Garut, itu.

Ia menambahkan bahwa salah satu magnet yang menarik banyak orang untuk mengunjungi Garut adalah karena wisata alamnya yang memikat. Sehingga ia berharap dengan gelaran kongres atau workshop nasional ini bisa turut membantu promosi pariwisata Garut, baik nasional atau internasional.

Baca Juga:   Pj. Bupati Garut Instruksikan Dinkes Agar Siapkan Nakes dan Obat-obatan di Titik Rawan Mudik Lebaran

“Mumpung saat ini berkumpul, saya akan memperkenalkan mempromosikan Garut, karena memang sejak jaman Belanda, Garut ini dijadikan tempat wisata. Mungkin kalau pejabat yang di Bandung misalnya bosan, bisa main ke Garut, atau bahkan bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga wisata internasional,” ujar Helmi.

Ketua Pengurus Pari Pusat, Sugiyanto yang juga hadir pada acara itu sangat berterimakasih dan mengapresiasi kesediaan Garut sebagai tuan rumah acara.

Baca Juga:   Dokter Spesialis Jantung: Perokok yang Tampak Sehat Masih Berisiko Kena Penyakit

Sementara ketua pelaksana kegiatan, Rizki Apriandi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa antusiasme anggota perhimpunan untuk mengikuti acara di Garut ini begitu tinggi. Tetapi, karena keterbatasan fasilitas sehingga akhirnya perserta acara dibatasi hanya 194 orang.

“Saat ini saya menyampaikan, total peserta ada 194 orang. Mohon maaf kami sudah menutup pendaftaran, karena keterbatasan fasilitas yang tersedia. Hal ini dimaksudkan untuk kenyamanan semua peserta yang ada,” papar Rizki.

Baca Juga:   Pemkab Garut Imbau Masyarakat Waspada Wabah Penyakit DBD

Perhimpunan Radiografer Indonesia didirikan padan tahun 1956 dan merupakan wadah bagi lulusan pendidikan teknik radiodiagnostik dan radioterapi. Profesi ini didunia media biasanya bertugas mengoperasikan alat seperti rotgen, MRI, CT-Scan.

Saat ini profesi radiografi terutama di dunia kesehatan sangat penting karena membantu dokter untuk mendiagnosa suatu penyakit dengan lebih tepat. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *