Berita

Preman Pemalak Angkot di Garut Menangis Saat Diciduk Polisi

×

Preman Pemalak Angkot di Garut Menangis Saat Diciduk Polisi

Sebarkan artikel ini
Seorang preman di Garut menangis saat diciduk polisi. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Seorang preman di Garut menangis saat diciduk polisi. Preman berinisial HS itu diciduk polisi lantaran kedapatan memalak sopir angkutan kota (angkot).

Aksi preman itu berlangsung Jum’at (3/1/2020) petang. Kejadiannya bermula saat polisi tengah berpatroli di kawasan Jalan Merdeka, Tarogong Kidul.

“Saat berada di sekitaran pertigaan Antares, tim Resmob yang sedang melaksanakan patroli mendapati sekelompok pemuda mabuk yang memalak sopir Angkot,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng, Sabtu (4/1/2020).

Polisi yang mengetahui aksi pemalakan tersebut langsung berhamburan menuju lokasi. Satu per satu preman di lokasi tersebut ditangkap. Ada empat preman yang diamankan polisi, yakni RR, O, P, dan HS. Beberapa lainnya kalang kabut dan lari ketakutan.

Baca Juga:   Dinsos dan Bulog Garut Serahkan Bantuan Beras untuk KPM PKH di Pameungpeuk

“Saat digeledah ditemukan barang bukti berupa uang hasil memalak sopir angkot. Jadi modus operandinya mereka menjual permen kepada sopir namun dengan cara memaksa,” katanya.

“Keempat preman itu tengah dalam keadaan mabuk. Petugas kami menemukan ada botol alkohol 70 persen berceceran di lokasi,” tambah Maradona.

Polisi menggiring mereka ke Mapolsek Tarogong Kidul untuk diinterogasi. Namun kejadian tak terduga terjadi saat mereka tiba di Mapolsek Tarogong Kidul. Satu dari empat preman yakni HS menangis tersedu-sedu. Padahal dia merupakan preman paling ‘senior’ karena berusia empat puluhan dibanding tiga preman lain yang rata-rata masih berusia 20 tahunan.

Baca Juga:   Bayi Berusia Dua Hari dan Seorang Kakek di Garut Meninggal Karena Terpapar Covid-19

“Saat ditanya dia meracau karena dalam keadaan mabuk,” ujar Maradona.

Polisi sempat kesulitan menginterogasi HS lantaran ia dalam pengaruh alkohol 70 persen yang diminum bersama kawan-kawannya. Belakangan diketahui HS menangis karena galau ditinggal wanita. Ia pun menangis lantaran baru pertama kali ditangkap polisi.

“Pengakuannya demikian. Yang pasti kita mengamankan preman ini karena banyak masyarakat khususnya sopir angkot yang resah,” ucap Maradona.

Baca Juga:   Uu Amarullah Disebut Akan Kembali Nyalon di Pilkades Mekarsari

Keempat preman tersebut hingga kini masih berada di kantor polisi untuk dibina. Dari tangan para preman tersebut, polisi menyita barang bukti yakni beberapa botol alkohol 70 persen, satu bungkus permen, dan sejumlah uang hasil memalak. (dtc/Fj)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *