oleh

Istri Aceng Fikri Mengaku Trauma Pasca Digiring Petugas Satpol PP Kota Bandung

GOSIPGARUT.ID — Istri Aceng HM Fikri, Siti Elina Rahayu, mengaku trauma setelah sempat digiring sejumlah petugas Satpol PP Kota Bandung yang melakukan razia ke hotel tempat ia bersama suaminya menginap. Elina bahkan tak bisa tidur nyenyak pascakejadian itu.

“Sampai tadi malam saya sering kebangun waktu tidur. Masih kepikiran kejadian kemarin. Padahal kan saya waktu itu sudah jelas sama suami,” ujar Elina ditemui di rumahnya di kawasan Copong, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Selasa (27/08/2019).

Ia merasa dirinya dilecehkan oleh petugas Satpol PP. Apalagi ia sampai digiring ke Kantor Satpol PP menggunakan truk. Ia disatukan dengan orang-orang yang terkena razia. “Satpol PP itu tidak memberikan ruang klarifikasi saat memeriksa saya dan suami,” ucap Elina.

Akibat peristiwa itu, banyak yang menstigma negatif kepada ia dan suaminya. Padahal sudah jelas ia menikah secara resmi. “Saya mau keluar rumah saja masih suka takut. Masih kepikiran dan trauma sekali,” kata Elina.

Baca Juga:   Ketika Satpol PP Tegakkan Perda K3, Jalan Pusat Kota Garut pun Lengang

Ia menyesalkan tidak ada pihak Satpol PP yang meminta maaf. Bahkan hingga kini, permintaan maaf itu tak pernah diterima. “Seharusnya kan mereka bisa mendengar penjelasan saya dulu. Bukannya main bawa ke kantor saja,” ucapnya.

Elina mengaku jika seluruh badannya sempat digeledah oleh petugas Satpol PP Kota Bandung. Ia mengaku tak mengetahui alasan penggeledahan itu.

Setelah menunjukan KTP miliknya dan suami, petugas Satpol PP malah memintanya untuk masuk ke dalam toilet. Petugas wanita lalu memeriksa badannya dari atas sampai bawah. “Kalau enggak salah ada dua orang. Saya cuma ingat ada yang pakai sarung tangan dan berambut pendek,” ujar Elina.

Aceng Fikri bersama istrinya, Siti Elina Rahayu. (Foto: Yuyus)

Petugas tersebut, tutur dia, tak banyak bicara saat memeriksanya di toilet. Elina hanya bisa pasrah dan tak merasa bersalah. “Petugas itu bilang saya mau periksa. Enggak ada obrolan lain. Seluruh badan dari atas sampai bawah diperiksa,” katanya.

Baca Juga:   Jumlah Penumpang Bus di Garut pada Lebaran Tahun Ini Meningkat

Usai diperiksa di toilet, Elina dan Aceng Fikri lantas digiring ke truk Satpol PP. Selama dua jam, ia ikut di dalam truk Satpol PP yang tengah melakukan operasi yustisi. “Ada empat hotel yang didatangi mereka. Di dalam truk saya bareng dengan wanita lain yang terkena razia,” terang Elina.

Akibat peristiwa itu, Aceng HM Fikri beserta istrinya berencana untuk menyambangi Komnas Perempuan pekan ini. Rencana tersebut karena istrinya mengalami trauma hingga kini. “Minggu ini (hari Kamis atau Jumat) saya akan ke Komnas Perempuan,” ujar mantan bupati Garut tersebut.

Baca Juga:   Keseruan "Reuni Back To 17 Years Ago" Alumni SMAN 1 Cibatu (SMAN 3 Garut) Angkatan 2002

Ia menerangkan, maksud mendatangi Komnas Perempuan untuk melaporkan peristiwa ia dan istri yang terjaring razia Satpol PP Kota Bandung. Terutama untuk memulihkan mental istrinya.

“Istri saya sangat trauma. Silakan saja Satpol bilang sudah jalankan SOP (standar operasional prosedur). Tapi mereka tidak tahu dampaknya ke istri saya,” kata Aceng.

Ia menuturkan, istrinya bahkan sempat sesak nafas saat berada di truk Satpol PP. Hal itu karena sejumlah petugas Satpol PP merokok. “Istri saya tidak kuat sama asap rokok. Saya lalu tegur mereka untuk matikan rokoknya,” ucapnya.

Terkait surat yang telah dilayangkan Sekjen DPD RI ke Walikota Bandung, Aceng Fikri menyebut belum menerima jawaban. Kemungkinan balasan surat itu akan ada hari Selasa ini. (Yuyus)

Komentar

Berita Terkait