Berita

Wakil Ketua PKK Garut Prihatin Atas Tertebasnya Leher Nijar Oleh Ayahnya Sendiri

×

Wakil Ketua PKK Garut Prihatin Atas Tertebasnya Leher Nijar Oleh Ayahnya Sendiri

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua PKK Kabupaten Garut, dr. Hani Firdiani. (Foto: Yuyus YS)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Ketua PKK Kabupaten Garut, dr. Hani Firdiani mengaku prihatin atas insiden terbunuhnya seorang remaja asal Kecamatan Banyuresmi yang bernama Nijar (18) karena tertebas golok ayahnya berinisial ER yang hendak memisahkan pertikaian dengan cara membacok, Rabu lalu (31/7/2019).

Menurutnya, peristiwa yang juga termasuk dalam kekerasan dalam rumah tangga tersebut seharusnya tidak terjadi jika adanya ketahanan keluarga, serta penguatan lingkungan sekitar.

“Jadi kasus pembacokan itu sangat kausistik, dan kasusnya terlalu jauh. Sama seperti penyakit kalau tidak terdeteksi dari awal ya memang bisa menjadi penyakit yang sangat parah dan sulit diobati,” kata istri Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman itu, Sabtu (3/8/2019).

Baca Juga:   Kanit Binmas Polsek Leles Juara 2 Polisi Rukun Warga Tingkat Polda Jabar

Ia menjelaskan, penyakit sosial di masyarakat itu sama dengan kanker, deteksi dini itu lebih penting daripada mengobati. Jadi, stadium awal susah dikenali tapi mudah diobati. Berbeda dengan stadium lanjut mudah dikenali, tapi susah diobati.

“Makanya harus mengenal kuat potensi-potensi yang mengarah kesana, kekuatan garda terdepan mulai dari kader dasa wisma, kelompok PKK RT/RW, Ketua RT/RW, kader posyandu yang menjadi garda terdepan dan paling tahu gejala apapun yang memungkinkan bisa terjadi di lingkungan sekitar,” ujar Hani.

Menurut dia, untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang lagi, para tokoh di tingkat RT maupun RW harus lebih meningkatkan koordinasi, terutama dengan pemerintah tingkat desa atau kelurahan.

Baca Juga:   Jelang Nataru, Polres Garut Petakan Jalan Rusak Demi Keselamatan Pengendara

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja asal Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Nijar (18), meninggal dunia, Rabu (31/7/2019) usai dibacok ayahnya sendiri berinisial ER yang berniat membela anaknya saat berkelahi. Namun nahas, aksi ER dengan cara membacok tersebut malah melukai Nijar.

Komandan Koramil Banyuresmi, Kapten Saripin menyebut, terjadi perkelahian di Kecamatan Banyuresmi antara Nijar dan Andi (20). Aksi perkelahian tersebut kemudian dicoba dilerai oleh Burhan (16) dan Eti (45).

“Pada saat bersamaan, ER orangtuanya Nijar datang dan melihat sehingga mengira anaknya sedang dikeroyok oleh tiga orang. Saat itu ia berusaha memisahkan dengan cara membacokkan golok, namun ternyata aksinya itu juga melukai anaknya dan tiga orang lainnya,” ujarnya, Rabu (31/7/2019).

Baca Juga:   YAVA Hadirkan "The Joy of AND": Era Baru Hidup Sehat Lewat Makanan Enak DAN Bergizi serta Misi Kemanusiaan

Pihaknya sendiri, diakui Saripin menerima informasi tersebut beberapa saat setelah kejadian dan langsung menurunkan anggota untuk mengecek dan mengantarkan para korban ke RSUD dr Slamet Garut. Pihaknya juga memerintahkan tiga anggotanya untuk mengamankan lokasi guna mengantisipasi paska kejadian agar isunya tidak melebar.

“Kejadian ini sudah dalam penanganan pihak kepolisian. Hingga hari ini yang baru pulang dari rumah sakit baru ibu Eti saja. Nijar sendiri dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit pada pukul 10.30. Sedangkan dua lainnya masih mendapatkan perawatan,” jelasnya. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *