Berita

Juru Bicara Pasar Samarang: Revitalisasi Malah Sisakan Masalah

×

Juru Bicara Pasar Samarang: Revitalisasi Malah Sisakan Masalah

Sebarkan artikel ini
Juru bicara pedagang Pasar Samarang, Tudi Sopian Hamidi. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Revitalisasi pasar tradisional di Kecamatan Samarang nampaknya masih menyisakan masalah. Tidak hanya pada kontur bangunan, melainkan pada penempatan para pedagang dan fungsinya. Oleh karena itu, beberapa pedagang sudah memilih untuk berhenti beroperasi.

“Kesimpulannya, revitalisasi pasar Samarang masih jauh dari harapan para pedagang. Persoalannya sekarang ini banyak pedagang yang berhenti berjualan gara-gara penempatan lokasi kios yang tidak benar. Kemudian di situ ada pembokongan nomor kios, kan biasanya (penentuan kios) itu diundi, sementara ini tidak dan dipaksakan sudah dikondisikan,” kata juru bicara pedagang Pasar Samarang, Tudi Sopian Hamidi, kepada wartawan usai melakukan audensi dengan Bupati Rudy Gunawan di Pamengkang Gedung Pendopo Garut, Jum’at (17/05/2019).

Ia meminta kepada Bupati Garut agar terus berada di garis depan dalam penyelesaian pembangunan dan penataan Pasar Samarang, karena sebelumnya pun posisi bupati ada di depan. “Tadi kita konfirmasi ke Pak Bupati, beliau menyatakan iya, makanya Pak Bupati tadi sangat marah,” tambah Tudi.

Baca Juga:   Polisi Menduga Pohon Ganja di Lahan BKSDA Garut Sengaja Ditanam

Ia menyatakan, yang terjadi di Pasar Samarang bukan hanya banyak pedagang yang berhenti beroperasi, namun juga banyak pedagang baru yang tadinya bukan pedagang di Pasar Samarang prarevitalisasi. Bahkan mereka menempati kios yang lokasinya strategis.

“Jadi, dalam penempatannya itu ada kesewenang-wenangan dari petugas. Mereka yang tadinya menempati kios di depan, hari ini jadi di belakang. Bahkan eksistingnya, yang tadinya bukan pedagang, mereka beli kios ke petugas. Pedagang lama lah yang dirugikan,” tandas Tudi.

Baca Juga:   Strategi Ripple di AS: Apakah Bitcoin Reserve Jadi Kunci Kemenangan XRP

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Garut, termasuk pengundian ulang untuk penempatan kios pedagang.

” Kami akan kawal terus komitmen Kabid Pasar yang sudah menentukan rute, sampai pengembalian prioritas dari yang tidak berhak, diberikan kepada yang punya haknya, termasuk pengundian ulang,” ujar Tudi.

Bupati Rudy Gunawan mengakui adanya kebijakan Disperindag yang merugikan para pedagang lama di Pasar Samarang, sehingga akan dibuat kebijakan baru.

“Kita tidak mau ada kebijakan lama yang merugikan yang lain. Kita tampung aspirasi mereka, karena mau menempati kios, kiosnya ditempati orang lain. Mereka minta ada layout yang baru, tidak ada gang buntu. Kita akan sempurnakan lagi lah kondisi pasarnya, karena kan harus ada pemeliharaan,” katanya.

Baca Juga:   Revitalisasi Bertahap Pasar Guntur Dimulai, Bupati Syakur Soroti Overkapasitas dan Akses Pengunjung

Diakui Rudy, fungsi pasar yang menelan anggaran Rp27 miliar itu tidak sesuai konsep awal sebagai pasar wisata.” Konsep pasar wisatanya tidak jalan, karena di bagian bawah itu digunakan para pedagang kaki lima yang baru datang. Persoalannya selalu itu lah,” ujarnya.

Menurut Rudy, untuk penyempurnaan pasar tradisional yang kini sudah menjelma jadi pasar modern, pemerintah akan menganggarkan dananya dari APBD Perubahan 2019. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *