GOSIPGARUT.ID — Untuk menghindari terjadinya kemacetan di jalur mudik wilayah selatan Jabar, kepolisian Garut sering memberlakukan sistem satu jalur (one way). Seperti yang terjadi pada Rabu (5/6/2019), karena pemberlakuan satu jalur, seluruh kendaraan dari arah Bandung yang hendak ke Tasikmalaya harus lewat kota Garut.
Sementara bagi kendaraan yang dari arah Tasikmalaya menggunakan jalan via Malangbong-Limbangan-Nagreg. Pemberlakuan sistem one way ini cukup epektif untuk mengular kemacetan. Namun bagi warga yang dari arah Bandung hendak ke Limbangan cukup kerepotan, karena harus memutar dulu ke Garut.
Seperti yang dialami oleh seorang warga Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Imron Abdul Rajak, cukup kerepotan waktu ia pulang dari Bandung menuju rumahnya di Limbangan. Ketika sampai di pertigaan Nagreg, ia tidak bisa langsung ke Limbangan yang jaraknya relatif cukup dekat, tetapi harus memutar dulu ke kota Garut.
Berikut curahan hati Imron yang diposting di laman Facebook.
Rabu sore (5/6/2019), sekitar pukul 16.30 WIB. Pulang dari rumah mertua, di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dikira tak ada kemacetan. Begitu masuk perempatan by pass Cicalengka, mobil mengular, merayap bak semut di dinding.
Memasuki jalan Cagak Nagreg, seperti anak lepas dari gedongan, mobil dan sepeda motor berlari kompetisi ingin menjadi yang tercepat. Rupanya sedang diberlakukan sistem one way, semua kendaraan dari arah Bandung harus menggunakan jalur Garut.
“Saya mau ke Limbangan,” kata Imron kepada seorang petugas polisi. Ia pun meminggirkan mobil yang dikemudikannya.
“Tidak bisa. Semuanya harus ke Garut,” jawab petugas tegas.
Sambil melajukan lagi mobilnya, terbersit dalam benak Imron, mungkin ia bisa belok di Kadungora atau Leles untuk menuju Limbangan. Tapi ternyata sama saja tidak bisa. Apa boleh buat. Karena polisi yang berwenang, akhirnya Imron baru bisa membelokan mobilnya ke arah Limbangan setelah sampai di kota Garut.
“Rupanya jalur Limbangan tidak macet total, karena semua mobil dan motor jurusan Tasikmalaya hingga ke Jawa Tengah harus melalui jalur Garut-Salawu-Singaparna,” kata Imron.
Polisi memang cerdas, lanjut dia. Tapi sayang, dengan sistem satu jalur ia baru tiba di rumahnya (Limbangan) pukul pukul 20.30. Artinya, perjalanan antara Cicalengka-Limbangan jadi lebih lama dan jauh. (Galih Pawarti)



.png)











