Berita

Bayang-Bayang Longsor Susulan Hantui Limbangan, Warga Desak Perbaikan Cepat TPT Pasirwaru

×

Bayang-Bayang Longsor Susulan Hantui Limbangan, Warga Desak Perbaikan Cepat TPT Pasirwaru

Sebarkan artikel ini
Rumah di Desa Ciwaru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, yang terancam longsor.

GOSIPGARUT.ID — ​Ancaman bencana susulan kini menghantui warga Kampung Ikar, Desa Pasirwaru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut. Ambruknya tembok penahan tanah (TPT) akibat guyuran hujan deras pada Kamis sore, 29 Oktober 2026, menyisakan kerentanan serius bagi keselamatan permukiman di bawahnya.

​Material longsor dari TPT tersebut sempat nyaris melumat rumah milik Yadi, warga setempat yang tinggal tepat di bawah badan jalan. Kendati bangunan selamat dari hantuan langsung, potensi curah hujan tinggi yang masih mengintai membuat warga hidup dalam kecemasan konstan akan terjadinya longsoran susulan.

​Kepala Desa Pasirwaru, Jajang Risman, menyatakan ambruknya infrastruktur tersebut dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang melanda wilayahnya. Kapasitas drainase yang tidak memadai, diperparah dugaan sumbatan sampah, membuat debit air meluber ke badan jalan dan menggerus struktur tanah penahan.

Baca Juga:   Warga Babakan Falah Berkurban 850 Ekor Domba, Didistribusikan ke 400 Desa di Garut

​”Kemarin itu ada hujan besar. Mungkin akibat selokannya terlalu kecil, bisa saja ada sampah yang menyumbat sehingga air tumpah ke jalan dan mengalir ke lokasi TPT,” ujar Jajang, Jumat (30/10/2026).

​Dari hasil pemantauan pascalongsor, titik di Kampung Ikar tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak terparah di Kecamatan Limbangan. Pemerintah desa memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam insiden ini.

Baca Juga:   Perempuan Makin Aman dan Nyaman Naik Kereta, KAI Tawarkan Fitur Female Seat Map di Aplikasi Acces By KAI

​Meski demikian, ancaman kerusakan susulan menuntut penanganan tanggap darurat yang cepat. Warga mendesak agar pemerintah daerah tidak tinggal diam membiarkan infrastruktur vital tersebut rusak berlarut-larut. Keberadaan TPT memegang fungsi krusial sebagai jangkar penahan struktur tanah demi melindungi rumah-rumah warga di zona bawah.

​Menanggapi desakan tersebut, Pemerintah Desa Pasirwaru menyatakan komitmennya untuk mengupayakan penanganan secepat mungkin. Namun, kendala alokasi anggaran membuat opsi perbaikan permanen kemungkinan baru bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2027 jika penanggulangan darurat terkendala.

Baca Juga:   Pemkab Garut Kucurkan Dana Rp5,3 Miliar untuk Warga Terdampak Longsor Cilawu

​”Insya Allah kami berusaha semaksimal mungkin. Kalau memang belum bisa tertanggulangi saat ini, mungkin tahun 2027 bisa dilakukan perbaikannya,” kata Jajang.

​Selain rekonstruksi ulang tembok penahan, warga dan pemerintah setempat sepakat bahwa pembenahan tata air menjadi prioritas mutlak. Normalisasi dan pelebaran saluran drainase dinilai mendesak untuk mencegah limpasan air hujan kembali merusak badan jalan serta melemahkan stabilitas lereng di kawasan tersebut. (Yuyus)

MAN 4
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *