GOSIPGARUT.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut mematok target ambisius dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang. Tak tanggung-tanggung, Garut menargetkan loncatan drastis dari peringkat ke-22 pada edisi 2022 menuju posisi 5 besar klasemen akhir.
Strategi utama mendulang medali bertumpu pada gelombang kepulangan atlet-atlet kawakan asli Garut yang selama ini membela daerah lain. Kehadiran para perantau ini diyakini mendongkrak daya saing kontingen secara signifikan di berbagai cabang olahraga unggulan.
”Prediksi awal menunjukkan potensi capaian bisa melebihi 80 medali emas,” ujar Ketua KONI Kabupaten Garut Subhan Rohmansyah usai rapat koordinasi bersama Bupati dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin, 28 September.
Pada Porprov 2022, Garut hanya membawa pulang 30 medali emas. Untuk helatan tahun ini, KONI mematok target realistis minimal 50 medali emas untuk mengamankan posisi 8 besar, sekaligus membuka peluang menembus jajaran 5 besar Jawa Barat.
Dari sisi teknis, KONI memastikan kesiapan kontingen sudah rampung 100 persen usai pertemuan registrasi delegasi di Kabupaten Sumedang pekan lalu. Garut menerjunkan kekuatan penuh berisi 527 atlet yang didampingi sekitar 800 pelatih serta official.
Meski demikian, bayang-bayang kendala anggaran tetap menjadi ganjalan klasik. Subhan mengakui adanya kebijakan efisiensi keuangan daerah, namun ia optimistis keterbatasan fiskal tidak akan menggerus performa atlet di gelanggang. “Para atlet sudah terlatih dan terbiasa beradaptasi dengan kondisi tersebut,” katanya.
Guna menghemat pengeluaran logistik, Pemerintah Kabupaten Garut menyiasatinya dengan memobilisasi kendaraan dinas milik dinas-dinas untuk armada transportasi kontingen, terutama menuju venue pertandingan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor. Sedangkan urusan akomodasi, konsumsi, dan uang saku atlet kini memasuki tahap akhir finalisasi anggaran bersama Korwil dan KONI Pusat.
Rangkaian Porprov Jawa Barat dijadwalkan dibuka resmi pada 7 November di Kota Bekasi dan bakal ditutup di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Bermodalkan ribuan personel dan kembalinya para atlet andalan, Garut bertekad mencatatkan rekor prestasi baru sepanjang sejarah keikutsertaan mereka. (Yuyus)



























