GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut mulai mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menyiapkan lebih dari 90 mesin pompa air untuk membantu petani mengairi lahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini ditempuh agar tanaman tetap dapat bertahan dan risiko gagal panen maupun kerugian ekonomi petani bisa diminimalkan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, puluhan pompa air tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang kini telah disalurkan ke berbagai kecamatan di Kabupaten Garut. Seluruh unit telah disiagakan agar dapat segera digunakan ketika wilayah tertentu mulai mengalami kekurangan pasokan air.
“Kemarin ada bantuan dari pemerintah pusat lebih dari 90 pompa air,” kata Syakur kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Menurut Syakur, pemerintah daerah tidak ingin menunggu kekeringan meluas sebelum mengambil langkah. Karena itu, distribusi pompa dilakukan lebih awal sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian selama musim kemarau.
“Kita sudah membagikan pompa air-pompa air,” ujarnya.
Syakur menjelaskan, seluruh kecamatan telah memiliki pompa yang dapat dimanfaatkan petani apabila debit air untuk irigasi mulai berkurang. Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran cadangan untuk menambah jumlah pompa jika kebutuhan di lapangan meningkat.
“Kita masih menunggu laporan dari daerah-daerah. Yang pasti kita juga siapkan anggaran untuk menambah pompa air kalau yang disediakan kurang,” katanya.
Selain sektor pertanian, Pemkab Garut juga mengantisipasi kemungkinan munculnya krisis air bersih di sejumlah wilayah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Untuk itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Garut telah diminta bersiaga mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Syakur menuturkan, kondisi kemarau tahun ini belum sepenuhnya sesuai dengan prediksi awal. Curah hujan yang masih turun di sejumlah wilayah membuat dampak kekeringan hingga akhir Juni belum sebesar yang diperkirakan.
“Kejadian kemarau panjang itu tidak sedini yang kita bayangkan. Dulu kita bayangkan bahwa bulan ini sudah kekeringan, tapi masih ada air,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Garut memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Laporan dari setiap kecamatan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, baik untuk penanganan kekeringan lahan pertanian maupun pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau. (Antara)



.png)









