Berita

Sentuhan Haru di Hari Terakhir Bertugas, Satlantas Polres Garut Lepas Ipda Tata yang Purna Tugas di Usia 58 Tahun

×

Sentuhan Haru di Hari Terakhir Bertugas, Satlantas Polres Garut Lepas Ipda Tata yang Purna Tugas di Usia 58 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kasatlantas Polres Garut, Luky Martono (kiri), menyerahkan bingkisan kepada Ipda Tata selepas Apel Pelepasan, Sabtu (30/5/2026).

GOSIPGARUT.ID — Suasana berbeda terlihat di halaman Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Garut, Jalan Bratayudha Nomor 59, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (30/5/2026).

Apel pagi yang biasanya berlangsung rutin kali ini berubah menjadi momen penuh penghormatan dan rasa haru saat keluarga besar Satlantas Polres Garut melepas Baur SIM Polres Garut, Ipda Tata, yang memasuki masa purna tugas pada usia 58 tahun.

Apel pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Garut, Luky Martono, dan dihadiri jajaran anggota Satlantas serta personel lainnya. Kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Ipda Tata yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri dalam pelayanan kepolisian, khususnya di bidang administrasi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Sejak awal kegiatan, suasana terasa hangat. Sapaan penuh semangat dari pimpinan disambut kompak oleh para anggota yang menjawab dengan yel-yel khas disertai tepuk tangan meriah. Namun di balik semangat tersebut, tersimpan perasaan haru karena apel pagi itu menjadi hari terakhir Ipda Tata menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Baca Juga:   Satlantas Polres Garut Uji Coba ETLE Handheld, Tilang Elektronik Kini Bisa Langsung di Lokasi

Dalam sambutannya, AKP Luky Martono menegaskan bahwa sosok Ipda Tata dikenal sebagai anggota yang memiliki dedikasi tinggi dan selalu dipercaya oleh para pimpinan di berbagai masa kepemimpinan.

“Pagi ini merupakan suatu hal yang berbeda. Kenapa kita ambil apel di sini? Karena hari terakhir Pak Tata selesai melaksanakan tugas di Kepolisian atau purna tugas. Kinerja yang luar biasa, dari pimpinan ke pimpinan selalu dipakai kinerjanya. Saya merasakan Pak Tata ini luar biasa,” ujar Luky.

Menurutnya, pengabdian seorang anggota tidak hanya diukur dari lamanya masa kerja, tetapi juga dari konsistensi, loyalitas, dan kontribusi yang diberikan kepada institusi serta masyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tercermin dalam perjalanan karier Ipda Tata selama bertugas.

Mendapat apresiasi dari rekan-rekan dan pimpinan, Ipda Tata menyampaikan ucapan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama dirinya mengabdi di Kepolisian. Dengan suara yang terdengar bergetar, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota apabila selama bertugas terdapat kesalahan atau kekhilafan.

Baca Juga:   Polisi Temukan Kebun Ganja di Kawasan Cagar Wisata Situ Cangkuang Garut

“Terima kasih atas bimbingan dan arahannya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tata mengakhiri di dinas Kepolisian ini,” kata dia.

Momen tersebut menjadi semakin emosional ketika rangkaian acara diiringi alunan musik yang menggambarkan perjalanan panjang pengabdian seseorang. Sejumlah anggota tampak larut dalam suasana, mengingat kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun bersama Ipda Tata.

Bagi banyak anggota, purna tugas bukan sekadar akhir dari masa dinas, melainkan penanda selesainya sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi pengabdian, tanggung jawab, dan pengorbanan. Setelah puluhan tahun mengenakan seragam dan melayani masyarakat, seorang anggota kini memasuki babak baru kehidupan bersama keluarga dan lingkungan sosialnya.

Baca Juga:   SPKLU Limbangan Dioperasikan, Bupati Garut: Durasi Pengisian Batrai Kendaraan Cuma 30 Menit

Tradisi pelepasan anggota yang memasuki masa pensiun juga menjadi wujud penghargaan institusi terhadap dedikasi personel yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk negara. Di sisi lain, momen tersebut menjadi pengingat bagi anggota yang masih aktif bahwa setiap pengabdian akan meninggalkan jejak dan kenangan bagi rekan-rekan yang pernah bekerja bersama.

Di usia 58 tahun, Ipda Tata resmi mengakhiri tugasnya sebagai anggota Polri. Namun bagi keluarga besar Satlantas Polres Garut, sosoknya tidak hanya dikenang sebagai petugas SIM, melainkan juga sebagai rekan kerja yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang institusi.

Kepergiannya dari barisan dinas aktif mungkin menutup satu lembar pengabdian, tetapi keteladanan, kedisiplinan, dan semangat kerja yang ditinggalkannya akan terus menjadi cerita yang hidup di lingkungan Polres Garut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *