Berita

Ketika Jemaah Haji Hindia Belanda Terlantar Akibat Perang Dunia, Putra Garut Ini Pimpin Perjuangan Pulang ke Tanah Air

×

Ketika Jemaah Haji Hindia Belanda Terlantar Akibat Perang Dunia, Putra Garut Ini Pimpin Perjuangan Pulang ke Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Foto: ILUSTRASI

GOSIPGARUT.ID — Di tengah berkecamuknya Perang Dunia II pada 1940, ribuan jemaah haji asal Hindia Belanda sempat terlantar di Tanah Suci. Jalur pelayaran terganggu, kapal sulit beroperasi, sementara biaya hidup di Arab Saudi terus meningkat. Dalam situasi penuh ketidakpastian itu, seorang pemuda asal Garut bernama Kiai Haji Anwar Musaddad tampil memimpin perjuangan pemulangan para jemaah ke Indonesia.

Kisah tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah beredar melalui salah satu unggahan video di media sosial TikTok. Video itu menceritakan bagaimana lebih dari 2.500 jemaah asal Hindia Belanda harus bertahan hidup di Jeddah setelah menunaikan ibadah haji, lantaran perang menyebabkan akses transportasi laut lumpuh.

Saat itu, para jemaah menghadapi kondisi serba sulit. Persediaan uang mulai menipis, harga kebutuhan pokok melonjak, dan kepastian untuk kembali ke kampung halaman nyaris tidak ada. Di tengah kondisi tersebut, KH Anwar Musaddad yang kala itu berusia 31 tahun dipercaya memimpin Kokesin, organisasi yang memperjuangkan nasib jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Baca Juga:   Kantor Setda Garut Ditutup Menyusul Banyak ASN Terkonfirmasi Covid-19

Berbagai upaya dilakukan agar pemerintah kolonial maupun pihak terkait segera membantu pemulangan para jemaah. Namun, menurut kisah yang beredar, jawaban yang diterima para jemaah saat itu hanya satu kata: “sabar”.

Berbulan-bulan menunggu di Jeddah, harapan baru akhirnya datang ketika kapal SS Garoet tiba untuk mengangkut sebagian jemaah pulang ke tanah air. Sebanyak 630 orang disebut naik ke kapal tersebut.

Perjalanan pulang itu pun bukan tanpa cobaan. Dalam pelayaran selama sekitar 23 hari, beberapa penumpang dikabarkan meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang menurun. Namun di sisi lain, suasana haru juga menyelimuti perjalanan ketika seorang bayi lahir di atas kapal.

Baca Juga:   Jumlah Jemaah Haji Garut Tahun 2026 Anjlok Drastis, Hanya 109 Orang Diberangkatkan

Momen paling membekas terjadi saat para jemaah merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah lautan. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap melaksanakan salat Id berjamaah di atas dek kapal. Lautan luas menjadi saksi bagaimana para jemaah menjaga harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga di tanah air.

Setelah menempuh perjalanan panjang, rombongan akhirnya tiba di Indonesia dengan selamat. Nama KH Anwar Musaddad kemudian dikenang sebagai sosok penting di balik perjuangan pemulangan jemaah haji Indonesia pada masa perang.

KH Anwar Musaddad sendiri dikenal sebagai ulama besar asal Garut yang memiliki kontribusi penting dalam bidang pendidikan dan perjuangan umat Islam di Indonesia. Kisah kepemimpinannya dalam membantu jemaah haji terlantar itu menjadi bagian dari catatan sejarah kemanusiaan yang hingga kini masih dikenang masyarakat.

Baca Juga:   BNI Berdayakan Perempuan Disabilitas melalui Rumah BUMN Bekasi

Peristiwa tersebut sekaligus menggambarkan bahwa perjalanan ibadah haji pada masa lalu tidak selalu berjalan mudah. Selain membutuhkan biaya dan waktu panjang, para jemaah juga harus menghadapi risiko besar akibat situasi geopolitik dunia yang tidak menentu.

Di tengah segala keterbatasan itu, solidaritas antarsesama jemaah dan kepemimpinan yang hadir pada masa sulit menjadi alasan mengapa banyak dari mereka akhirnya dapat kembali pulang ke Indonesia. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *