Berita

Jelang Idul Adha, Disnakkan Garut Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban demi Keamanan Daging

×

Jelang Idul Adha, Disnakkan Garut Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban demi Keamanan Daging

Sebarkan artikel ini
drh. Anang Hermawan saat menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).

GOSIPGARUT.ID — Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi. Selain memenuhi syarat usia dan bobot, hewan kurban juga harus dipastikan dalam kondisi sehat agar tidak berpotensi menularkan penyakit kepada manusia.

Hal tersebut disampaikan drh. Anang Hermawan saat menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).

Menurut Anang, kesehatan hewan kurban memiliki peran penting dalam menjamin keamanan pangan, khususnya daging yang nantinya dikonsumsi masyarakat luas saat Idul Adha.

“Daging yang aman dikonsumsi berasal dari hewan yang sehat. Sebaliknya, jika hewan kurban sakit, ada risiko penyakitnya menular kepada manusia melalui daging yang dikonsumsi,” ujar Anang.

Baca Juga:   Warga Taraju Gempar, Ditemukan Mayat Laki-laki Mengenaskan Tersangkut di Jurang

Ia menjelaskan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut telah menerjunkan tim pemeriksa kesehatan hewan ke sejumlah titik penjualan hewan kurban sejak 11 Mei 2026. Pemeriksaan akan terus dilakukan hingga satu hari setelah pelaksanaan penyembelihan Idul Adha.

Tim tersebut bertugas memeriksa kondisi hewan sebelum dijual kepada masyarakat. Penjual yang hewannya telah lolos pemeriksaan akan diberikan surat keterangan kesehatan sebagai bentuk jaminan kepada calon pembeli.

“Kami dari Dinas Perikanan dan Peternakan sudah menurunkan tim ke penjual-penjual hewan kurban dari tanggal 11 Mei hingga satu hari setelah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Tujuannya memastikan hewan kurban sehat sehingga aman untuk dibagikan,” kata Anang.

Tidak hanya pemeriksaan sebelum penyembelihan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan organ dalam hewan setelah disembelih. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit yang tersembunyi dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Baca Juga:   Lewat Tol Ini, Waktu Tempuh Bandung -- Banjar Hanya Satu Jam

“Kami juga nanti melakukan pemeriksaan post mortem ke organ-organ hewan untuk memastikan tidak ada penyakit yang dibawa hewan kurban tersebut. Karena bisa saja ketika di penjual hewan kurban lolos pemeriksaan kesehatan, tetapi ketika di penampungan membawa penyakit,” jelasnya.

Anang menegaskan, syarat hewan kurban bukan hanya soal usia dan bobot yang sesuai ketentuan syariat, tetapi juga kondisi kesehatan yang layak.

“Kami tentu harus memastikan agar hewan kurban tidak hanya memenuhi kriteria sebagai hewan kurban yakni umur dan bobotnya yang memenuhi, tapi juga hewan kurban sehat sehingga daging aman dibagikan dan dikonsumsi,” tegasnya.

Baca Juga:   Di Garut Ditemukan Ratusan Hewan Kurban yang Tak Sehat dan Belum Cukup Umur

Dalam kesempatan itu, Anang juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Juleha yang digelar DPD Juleha Kabupaten Garut. Menurut dia, kegiatan tersebut membantu pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara penyembelihan yang baik dan higienis.

Anang mengakui, keterbatasan jumlah petugas di lapangan membuat kolaborasi dengan komunitas dan relawan menjadi penting, terutama menjelang Idul Adha ketika aktivitas penyembelihan meningkat di berbagai daerah.

“Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan dari DPD Juleha karena tim dari dinas sangat terbatas. Dengan adanya kegiatan pelatihan Juleha ini sangat membantu mengedukasi masyarakat,” pungkasnya. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *