GOSIPGARUT.ID — Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026 kian menegaskan posisinya sebagai agenda budaya unggulan nasional. Masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, perhelatan ini disambut antusias ribuan warga yang memadati pembukaan Helaran Karnaval di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (25/4/2026).
Karnaval dibuka langsung Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang menyebut capaian GPBG sebagai hasil konsistensi panjang selama hampir seperempat abad.
“GPBG sudah berjalan 24 tahun dan terus berkembang. Kami berupaya agar setiap penyelenggaraan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Putri.
Helaran tahun ini menampilkan fragmen sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Limbangan ke Garut Kota. Atraksi tersebut dipadukan dengan parade budaya yang melibatkan komunitas seni, perangkat daerah, perwakilan kecamatan, hingga delegasi dari sejumlah daerah di Indonesia.
Menurut Putri, keberhasilan GPBG menembus KEN menjadi momentum penting untuk memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia mencontohkan, perputaran uang dari transaksi kecil oleh ribuan pengunjung dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pedagang kaki lima.
“Kalau ribuan orang berbelanja, dampaknya akan langsung dirasakan pelaku usaha kecil,” katanya.
Putri juga menilai, GPBG menjadi ruang apresiasi bagi pelaku seni lokal untuk menampilkan karya sekaligus membuka peluang pengembangan karier ke tingkat yang lebih luas.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan kesuksesan acara ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, hingga dukungan pemerintah pusat.
“Ini kerja kolektif. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya GPBG dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Syakur menjelaskan, GPBG merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Garut yang pelaksanaannya diundur dari Februari karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Tahun ini, tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” diusung sebagai simbol daerah yang bersinar, tumbuh kokoh, dan berbudaya luhur.
Beragam kesenian khas seperti Raja Dogar dan Surak Ibra menjadi sorotan dalam karnaval, mencerminkan kekayaan tradisi yang terus dijaga masyarakat Garut.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Nova Arisne, menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat dua event unggulan dari Garut yang masuk dalam KEN.
“Ini bukti bahwa Garut memiliki potensi besar dari sisi budaya dan kreativitas,” ujar Nova.
Ia menambahkan, program KEN dirancang untuk mendorong event daerah agar mampu menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi lokal, serta membuka lapangan kerja. Pemerintah pun berkomitmen meningkatkan kualitas event melalui kurasi program dan tata kelola yang lebih baik.
Usai karnaval siang hari, rangkaian GPBG berlanjut pada malam hari dengan suguhan seni dan hiburan. Penonton disuguhi penampilan Surak Ibra, Raja Dogar, Tari Dangiang Garut, hingga tarian kolosal.
Tak hanya itu, digelar pula fashion show produk kulit oleh Dekranasda Garut, pertunjukan musik dari Pleasure Noise dan Egarobot Ethnic Percussion, serta ditutup dengan Wayang Goreng Bobodoran oleh Dalang Eep Garut—menjadikan GPBG 2026 tak sekadar perayaan budaya, tetapi juga panggung kreativitas yang berdampak luas bagi masyarakat. ***



.png)








