GOSIPGARUT.ID — Kabupaten Garut diperkirakan akan kedatangan lebih dari 3 juta pemudik pada momentum arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama TNI dan Polri menyiapkan berbagai langkah pengamanan serta pelayanan bagi masyarakat.
Kesiapan itu ditandai dengan Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dipimpin Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Lapangan Markas Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (12/3/2026).
Syakur mengatakan, potensi kedatangan jutaan pemudik ke Garut membuat pemerintah daerah harus melakukan koordinasi lintas sektor secara intensif sejak beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari keamanan, infrastruktur hingga kebutuhan masyarakat, dapat terpenuhi.
“Garut diprediksi akan kedatangan lebih dari tiga juta pemudik. Karena itu kita harus memastikan semua kesiapan berjalan dengan baik, baik dari sisi keamanan, infrastruktur maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujar Syakur.
Ia menjelaskan, Pemkab Garut telah menyiagakan sejumlah tim dari berbagai perangkat daerah untuk mengantisipasi potensi bencana, terutama karena curah hujan masih cukup tinggi pada akhir Maret.
“Nah kita kemarin menyiapkan ada empat titik di mana ada PUPR, BPBD itu menyiapkan timnya termasuk damkar untuk selalu siaga menghadapi kalau ada bencana. Terutama diperkirakan akhir bulan ini masih ada hujan yang cukup banyak yang dikhawatirkan menimbulkan bencana, khususnya banjir,” katanya.
Selain kesiapan infrastruktur, Pemkab Garut juga memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) selama periode mudik melalui operasi pasar murah yang dilakukan bersama unsur TNI dan Polri.
“Kita juga akan melakukan survei dan operasi pasar murah bersama Kapolres dan Dandim supaya menjamin ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Meskipun harganya biasanya agak naik menjelang Lebaran, tetapi menurut kami masih dalam kondisi terkendali,” kata Syakur.
Pada tahun ini, pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan khusus berupa pemberian insentif bagi kusir andong, pengemudi ojek, dan becak yang biasa beroperasi di jalur utama mudik.
Menurut Syakur, kebijakan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur-jalur padat kendaraan.
“Pemerintah Provinsi bersama Pemkab Garut memberikan insentif kepada para andong, ojek, becak dan lainnya supaya mereka bisa berhenti pada hari yang telah ditetapkan. Sekarang ada tujuh hari. Sumber anggarannya dari APBD provinsi dan APBD Kabupaten Garut,” ujarnya.
Syakur juga menginstruksikan para camat agar menyiapkan rest area di kantor kecamatan yang berada di jalur strategis mudik. Di sisi lain, Dinas Kesehatan diminta menyiagakan seluruh puskesmas, terutama yang berada di jalur lintasan pemudik.
Selain itu, Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta memastikan penerangan jalan umum (PJU) berfungsi dengan baik serta perbaikan jalan darurat selesai secepatnya agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 dan KRYD
Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama lima hari.
Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian akan menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan untuk mengantisipasi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.
“Yang pertama kami mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, sehingga disiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik,” ujar Yugi.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar pasar tumpah, kepolisian juga akan memasang water barrier guna mencegah kendaraan parkir di bahu jalan.
Selain jalur mudik, pengamanan juga akan difokuskan pada lokasi wisata dan area ziarah makam yang biasanya dipadati pengunjung saat libur Lebaran.
Dalam pengamanan arus mudik dan balik tahun ini, Polres Garut menurunkan 1.747 personel, termasuk dukungan anggota Brimob, guna memastikan perjalanan para pemudik yang datang ke Garut berlangsung aman dan lancar. ***



.png)






















