GOSIPGARUT.ID — Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa prajurit teritorial tidak boleh hanya berdiri sebagai penjaga wilayah, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak ketahanan pangan dan ekonomi rakyat.
Penegasan itu disampaikan saat ia melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 890/Gardha Sakti di Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan satuan dalam mengawal program strategis nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan yang kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
Di hadapan para prajurit, Panglima TNI menekankan pentingnya peran Yonif TP sebagai ujung tombak negara di wilayah teritorial. Menurut dia, prajurit harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Satuan teritorial harus benar-benar siap. Tugasnya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menggerakkan ketahanan pangan dan membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan,” ujar Agus Subiyanto.
Ia menilai, keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya para petani. Karena itu, prajurit diminta tidak ragu terjun langsung ke lapangan.
“Turunlah ke sawah dan ladang bersama warga. Prajurit teritorial harus hadir sebagai solusi. Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kunci stabilitas dan kemakmuran wilayah,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI juga meninjau fasilitas satuan serta aktivitas prajurit dalam pembinaan teritorial. Ia turut menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah binaan.
Salah seorang warga penerima bantuan, Jajang (45), mengaku merasa terbantu dengan kehadiran TNI di desanya. Menurut dia, pendampingan prajurit memberikan rasa aman sekaligus dukungan bagi para petani.
“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran TNI di sini membuat kami lebih semangat dan merasa didukung dalam bertani,” kata Jajang.
Rangkaian kunjungan kerja Panglima TNI ditutup dengan peninjauan lahan pertanian yang dikelola Yonif TP 890 bersama kelompok tani binaan. Lahan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kedaulatan pangan nasional, khususnya di wilayah Jawa Barat. ***



.png)











