GOSIPGARUT.ID — Hujan yang turun sejak pagi di Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, tak menghalangi ratusan siswa SMPN 2 Cigedug untuk tetap menjalankan pembiasaan keagamaan di sekolah. Lapangan yang biasanya menjadi pusat kegiatan terpaksa ditinggalkan, namun semangat beribadah para siswa tetap terjaga di selasar sekolah.
Pada Kamis (22/1/2026), sekitar 500 siswa mengikuti kegiatan Spenduci Berdzikir (SMPN 2 Cigedug Berdzikir) di selasar. Hujan yang mengguyur kawasan berhawa sejuk itu membuat pihak sekolah memindahkan pelaksanaan salat duha, dzikir, dan tausiah ke area yang lebih terlindungi.
“Kalau hujan turun, kegiatan selalu kami alihkan ke selasar atau tempat yang aman. Yang terpenting, pembiasaan ibadah tetap berjalan,” ujar guru SMPN 2 Cigedug, Sopyan Inayatulloh, dihubungi GOSIPGARUT.ID selepas kegiatan.
Ia menjelaskan, Spenduci Berdzikir merupakan program rutin harian yang telah dilaksanakan sejak awal semester pertama tahun ajaran 2025–2026. Kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah, dilanjutkan dzikir bersama selama sekitar 20 menit, kemudian tausiah singkat selama 10 menit.
Salat duha dan dzikir dipimpin secara bergantian oleh Kepala Sekolah H. Mochamad Dudung Zamiat, ustadz Sopyan Inayatulloh, serta ustadz Wendi Rosandi.
Menurut Sopyan, meski harus berdesakan di selasar saat hujan turun, para siswa tetap mengikuti kegiatan dengan tertib dan khusyuk. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tempat tidak mengurangi makna ibadah.
“Semua siswa terlibat. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Ini bagian dari ikhtiar sekolah membentuk karakter religius dan kebiasaan positif sejak dini,” katanya.
Pihak sekolah berharap, kegiatan Spenduci Berdzikir tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mampu menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari para siswa. ***



.png)
























