GOSIPGARUT.ID — Tiga kepala dinas dilantik bersama 85 pejabat struktural dan fungsional oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam upacara pengambilan sumpah jabatan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (6/1/2026).
Ketiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Beni Yoga Gunasantika, M.P., Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan drh. Dyah Savitri, M.A., serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agus Kurniawan, S.Si., M.E.
Selain ketiga kepala dinas tersebut, pelantikan juga mencakup 69 PNS jabatan struktural dan 19 PNS jabatan fungsional. Bupati menegaskan, pengisian jabatan ini bukan sekadar rotasi atau promosi rutin, melainkan bagian dari langkah strategis untuk mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
“Tuntutan reformasi birokrasi hari-hari ini terus menguat, terutama terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan. Ini agenda yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Syakur dalam sambutannya.
Ia menekankan, reformasi birokrasi harus berdampak langsung pada masyarakat. Para pejabat yang baru dilantik diminta bekerja cepat, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan pelayanan publik yang masih kerap dikeluhkan warga.
Perhatian khusus juga disampaikan Bupati terkait akurasi data kependudukan dan bantuan sosial. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), camat, dan lurah lebih responsif dalam merespons persoalan data agar penyaluran bantuan tidak salah sasaran.
“Kalau ada masalah, camat dan lurah harus cepat mencari informasi dan cepat pula mencari solusinya. Jangan biarkan keluhan masyarakat berlarut-larut,” tegas Syakur.
Sebagai langkah konkret, Syakur menyampaikan rencana berkoordinasi langsung dengan Kementerian Sosial RI pada pekan depan. Koordinasi tersebut difokuskan pada integrasi dan validasi data kemiskinan, khususnya kelompok Desil 1 hingga Desil 5, agar program bantuan sosial berjalan lebih efektif.
Menutup arahannya, Bupati Garut menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan kali ini dilakukan dengan pendekatan manajemen talenta berbasis kompetensi. Setiap aparatur, kata dia, harus ditempatkan sesuai kapasitas dan rekam jejak kinerjanya.
“Kita dorong penguatan manajemen talenta. Kita punya banyak orang hebat, dan ukurannya jelas, yaitu kompetensi,” ujarnya.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap dapat membangun birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan tuntutan perubahan di era digital. ***



.png)











