GOSIPGARUT.ID — Suasana libur akhir tahun terasa kian semarak di kawasan wisata Cipanas Garut. Sejak dimulainya Operasi Lilin Lodaya 2025, ribuan wisatawan terus berdatangan, memadati pemandian air panas, hotel, hingga ruas jalan utama menuju Cipanas. Lonjakan kunjungan ini membuat arus lalu lintas mengular, terutama pada jam-jam favorit wisatawan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way). Langkah ini diambil demi menjaga kelancaran mobilitas wisatawan yang ingin menikmati liburan di Cipanas.
Kapolres Garut Yugi Bayu Hendarto mengungkapkan, sejak Operasi Lilin Lodaya dimulai pada 20 Desember 2025, tercatat sebanyak 21.691 wisatawan mengunjungi kawasan wisata Cipanas hingga Minggu (28/12/2025).
“Jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Cipanas cukup tinggi. Tercatat 2.003 kendaraan roda dua, 3.482 kendaraan roda empat, serta 46 unit bus wisata,” kata Yugi Bayu Hendarto.
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama di jalur Leles–Tarogong menuju Cipanas. Oleh karena itu, pada hari ini kepolisian memberlakukan sistem one way dari arah Leles menuju Tarogong atau Cipanas.
“Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai kepadatan dan memastikan arus kendaraan tetap lancar, sehingga wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Di lapangan, suasana Cipanas tampak ramai oleh wisatawan dari berbagai daerah. Sejumlah penginapan dan pemandian air panas dipenuhi pengunjung, sementara petugas kepolisian terlihat siaga mengatur lalu lintas di sejumlah titik rawan macet.
Kapolres mengimbau para pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi arus kendaraan selama Operasi Lilin Lodaya 2025 berlangsung, seiring terus mengalirnya wisatawan yang ingin merasakan hangatnya liburan di Cipanas. ***



.png)


















