GOSIPGARUT.ID — Sejumlah orangtua siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Garut mempertanyakan perubahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka sejak sepekan terakhir. Jika biasanya siswa mendapat nasi beserta lauk pauk, kini menu MBG hanya berupa makanan kering.
Sejak Selasa (25/11/2025), siswa hanya menerima satu paket berisi susu ultra kemasan 1.000 ml, dua bungkus roti, dua buah apel, dan satu buah pir. Paket itu disebut-sebut sebagai jatah MBG untuk lima hari.
“Dua minggu ini anak saya sudah tidak menerima MBG berupa nasi dan lauk seperti biasanya. Yang ada hanya susu kotak, roti, dan buah,” ujar seorang orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya, Selasa (2/12/2025).
Ia menuturkan, perubahan menu tersebut terjadi sejak anaknya mulai mengikuti ujian akhir semester di sekolah.
Guru Benarkan Perubahan Menu Saat Ujian
Salah seorang guru MTsN 3 Garut membenarkan bahwa siswa sudah menjalani rangkaian ujian sejak pekan lalu, dimulai dari ujian tulis dan dilanjutkan ujian praktik selama lima hari berikutnya.
Terkait perubahan menu MBG, guru itu menjelaskan bahwa pihak sekolah yang meminta kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar selama masa ujian, makanan yang dibagikan berupa makanan kering.
“Betul, menu MBG selama ujian diminta sekolah berupa makanan kering. Paket yang diberikan itu memang untuk lima hari,” ujarnya.
Meski memahami situasi ujian, orangtua siswa mempertanyakan nilai gizi dan nominal paket MBG yang diterima. Menurut mereka, jika paket tersebut diperuntukkan untuk lima hari, maka nilainya harus setara dengan Rp50.000—mengingat jatah MBG per hari per siswa adalah Rp10.000.
“Coba saja dihitung. Satu kotak susu, dua roti, dua apel, dan satu pir itu harganya masih jauh di bawah Rp50 ribu,” keluh seorang orangtua.
Ia menambahkan, pembagian paket MBG kering pertama dilakukan pada Selasa (25/11/2025), dan paket kedua kembali dibagikan hari ini, Selasa (2/12/2025).
Hingga berita ini disiarkan, pihak sekolah maupun SPPG belum memberikan penjelasan lebih lanjut soal perhitungan nilai paket MBG maupun alasan detail perubahan menu tersebut. Orangtua berharap ada transparansi agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan, yakni memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang layak. ***



.png)











