GOSIPGARUT.ID — Direktur Utama PT Noor Abika, Holil Aksan Umarzen, meluruskan pemberitaan yang menyinggung perusahaannya dalam kasus hukum yang tengah menjerat PT Maktour. Ia menegaskan, Noor Abika sama sekali tidak menjadi obyek penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pernyataan ini merespons pemberitaan Inilah.com pada 3 Oktober 2025 berjudul “Diduga Data Penting yang Dicari-cari KPK di Kantor Maktour”. Menurut Holil, penyebutan nama Noor Abika dalam berita tersebut hanya sebatas konteks informasi, bukan sebagai pihak yang sedang diperiksa.
“Kami tegaskan, PT Noor Abika tidak memiliki keterkaitan hukum maupun bisnis dengan perkara PT Maktour. Perusahaan kami tidak menjadi obyek penyidikan KPK,” kata Holil dalam keterangan resmi, Sabtu (4/10/2025).
Tepis Isu Jual-Beli Kuota
Holil juga menyoroti isu jual-beli kuota haji yang kerap menyeret nama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Ia menegaskan praktik tersebut justru merugikan pihaknya.
Menurutnya, Noor Abika menjual paket perjalanan ibadah haji hanya berdasarkan kuota resmi pemerintah sesuai SK Menteri Agama RI Nomor 130. Tidak ada biaya tambahan dari calon jemaah untuk membeli kuota tambahan ilegal.
“Kami sebagai PIHK resmi justru dirugikan oleh praktik kotor oknum. Nama baik kami tercoreng, padahal kenyataannya PIHK juga jadi korban,” ujar Holil.
Ia menepis keras tuduhan bahwa PIHK menyebabkan kerugian negara hingga Rp1 triliun. Holil menegaskan dana yang dikelola Noor Abika sepenuhnya berasal dari setoran calon jemaah, bukan dari APBN.
“Keuntungan PIHK merupakan hak sah menurut hukum dan syariah, setelah kewajiban kepada jemaah terpenuhi. Tidak ada uang negara yang dipakai, apalagi dikorupsi,” tegasnya.
Seruan kepada Media dan Publik
Di tengah derasnya pemberitaan kasus Maktour, Holil mengimbau media agar berhati-hati menyajikan informasi agar tidak menimbulkan stigma bagi pihak yang tak terkait.
“Kami menghormati peran pers. Tapi publik sebaiknya menunggu hasil resmi dari KPK, jangan terjebak pada spekulasi,” kata dia.
Holil memastikan Noor Abika tetap menjaga integritas, transparansi, dan pelayanan terbaik bagi jemaah. Perusahaan, kata dia, telah berpengalaman memberangkatkan ribuan jemaah umrah dan haji secara amanah.
“Kami akan terus hadir sebagai mitra ibadah yang terpercaya. Fokus kami adalah pelayanan, bukan polemik,” pungkas Holil. ***



.png)





