GOSIPGARUT.ID — Harapan ribuan warga Garut yang sempat terdepak dari daftar peserta BPJS Kesehatan kini mulai menemukan titik terang. Dalam pertemuan bersama Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Bupati Abdusy Syakur Amin memastikan pemerintah daerah siap melakukan pemulihan data agar kepesertaan segera kembali aktif.
Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Pamengkang Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (10/9), itu membahas hasil monitoring dan evaluasi terkait Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
“Alhamdulillah, dari hasil diskusi ada solusi. Dalam waktu dekat, beberapa warga kita bisa langsung mendapatkan asuransi BPJS,” ujar Syakur.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen agar warga yang berhak tidak kehilangan hak dasar atas layanan kesehatan. Recovery data akan segera dilakukan agar proses reaktivasi berjalan cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi (PME) DJSN, Muttaqien, menegaskan pihaknya menargetkan mekanisme reaktivasi bisa dijalankan paling lambat 23 September 2025.
“Ada sekitar 4.920 warga Garut yang harus segera aktif kembali sebagai penerima bantuan iuran. Kita ingin layanan kesehatan tetap terjamin bagi mereka,” kata Muttaqien.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat menghapus keresahan masyarakat serta memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh warga Garut. ***



.png)















