GOSIPGARUT.ID — Kopi priangan menjadi salah satu varietas andalan warga Kampung Pelag, Desa Sukarilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, dalam mengais rezeki dan meningkatkan taraf ekonomi mereka.
Varietas kopi yang dinamai Pelagio itu cukup diminati para pencinta kopi di Garut dan tanah air, bahkan mancanagara.
Menurut Kepala Desa Sukarillah, Asep Haris, kopi Java Preanger di Kampung Pelag diklaim sebagai kopi jenis tertua yang pertama kali dibawa Belanda sejak 1662 silam.
Varietas Kopi Prianger, kata dia, masih di wilayah Priangan (Preanger) jumlahnya terdapat 17 jenis.

“Para petani di sini sudah mulai pada tahap packing dan memasarkan, secara bertahap kita yakin produk kopi pelaggio (kopi asal Kampung Pelag) bisa diterima khalayak banyak, saat ini pun sudah cukup digandrungi oleh beberapa kalangan,” ujar Haris, Sabtu (4/5/2019) di Kampus Uniga.
Ia menyebutkan, jenis kopi Java Preanger yang ditanam di Kampung Pelag terbagi dalam tiga kategori yakni jagur (tinggi) semi KT (sedang) dan KT (pendek). Setidaknya, tanaman yang baru bisa dipanen yakni yang sudah berusia 5 tahun lebih. Semakin tua pohon kopi tersebut akan semakin produktif.
“Sebelum tahu cara pengolahannya, kopi pelag dalam bentuk ceri hanya dihargai Rp7 ribu per kilogram, sekarang bisa Rp500 ribu sampai Rp600 ribu, bahkan kalau sudah menjadi peaberry bisa menembus Rp 1,5 juta per kilogram,” tambah Haris.
Ia menerangkan, kopi java preanger di Kampung Pelag memiliki tingkat susut yang rendah, dari 1 kilogram rose brand, mampu menjadi 0,8 ons kopi siap seduh. (Yuyus)



.png)













