GOSIPGARUT.ID — Di tengah keterbatasan ekonomi dan himpitan hidup, Heni (47), seorang ibu asal Kampung Cirampadan, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, menunjukkan arti kasih ibu yang tak terbatas. Tanpa keluhan, ia merawat anak sulungnya, Isa (23), yang menderita disabilitas sejak kecil.
Heni menjalani hari-harinya sebagai ibu rumah tangga yang penuh ketegaran. Suaminya, Aceng Abdalloh, hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Namun, pasangan ini tetap kuat membesarkan keempat anak mereka dengan penuh kasih sayang.
Isa, anak pertama mereka, awalnya menderita demam tinggi saat kecil. Meski telah diobati, kondisi Isa tak kunjung membaik hingga akhirnya hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sejak itu, Heni sepenuhnya mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak istimewanya tersebut.
“Awalnya sakit panas dan akhirnya seperti ini, tapi saya ikhlas dan tidak menyalahkan yang di atas. Dia tetap anak tercinta saya yang dititipkan untuk dirawat dan dibesarkan seperti anak saya yang lain,” ujar Heni lirih, Sabtu (2/8/2025).
Karena fokus merawat Isa, Heni tak bisa bekerja membantu suaminya. Seluruh kebutuhan hidup keluarga bergantung pada penghasilan Aceng yang bekerja serabutan. Meski demikian, tak sedikit pun keluhan atau penyesalan terdengar dari mulutnya.
“Selama kita ikhlas, seberat apa pun ujian akan terasa ringan. Semua sudah ketetapan Tuhan, jadi tidak perlu disesali. Saya tetap menyayangi Isa seperti anak saya yang lain, tidak dibedakan,” tuturnya.
Kepala Desa Sancang, Deni Ruhimat, membenarkan kondisi keluarga Heni. Menurutnya, pemerintah desa telah berupaya memberikan perhatian, termasuk rencana rehabilitasi rumah pasangan tersebut. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
“Pihak pemerintah desa tidak abai dan tetap memberikan perhatian, termasuk untuk rehab rumahnya. Namun belum bisa direalisasikan karena anggaran yang terbatas. Mudah-mudahan bisa secepatnya agar pasangan Aceng Abdalloh dan Heni bisa tinggal di rumah layak huni,” jelas Deni Ruhimat.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak warga di Desa Sancang yang membutuhkan perhatian serupa.
“Warga banyak yang membutuhkan perhatian khusus, namun anggaran terbatas. Jadi kami berusaha memberikan pelayanan terbaik meskipun tidak maksimal sesuai keinginan semua warga,” pungkasnya. (Ai Karnengsih)



.png)








