GOSIPGARUT.ID — Sejak lama, Kabupaten Garut dikenal sebagai daerah produsen tembakau terbesar di Jawa Barat (Jabar). Tembakau dihasilkan Garut mencapai sekitar 3.600-3.800 ton per tahun.
Sentra produsen tembakau terbesar di Jabar tersebut tersebar di 24 darai 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Dominan di wilayah tengah dan utara Garut. Belakangan, produksi tembakau juga mulai merambah wilayah selatan.
“Dalam dua tahun terakhir ini, ternyata di wilayah selatan Garut juga ada beberapa kecamatan yang sudah mulai bisa menanam tembakau. Salah satunya di Kecamatan Cikelet, Mekarmukti, bahkan juga ada di Caringin. Ini menguatkan kita sebagai produsen tembakau terbesar di Jabar,” kata Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Garut Ardhy Firdian.
Pendistribusian tembakau produksi Garut saat ini, kata Ardhy, sudah hampir ke semua wilayah. Terutama daerah-daerah memiliki sentra pengolahan tembakau atau pabrik rokok seperti Temanggung, Klaten, daerah Wonosobo Jawa Tengah, serta Malang, Kediri, dan Bojonegoro Jawa Timur.
Produk tembakau asal Garut dipasarkan antara lain berupa mole, tembakau guntingan, tembakau krosok atau dikeringkan, dan tembakau hitam. Tembakau asal Garut biasanya digunakan sebagai bahan cita rasa berbagai olahan tembakau.
Jenis tembakau unggul lokal dikembangkan di Garut terdiri atas varietas Tegar Adung (A1), Tegar Adung 2 (A2). Darwati (D1), Darwati (D2), dan Jumbo.
Ihwal Lomba Ngarajang, menurut Ardhy, digelar bagi perajang tembakau pemula berusia 15-39 tahun bertujuan mendorong generasi perajang tembakau mempertahankan kualitas tembakau mole yang menjadi ciri khas Garut sesuai standar prosedurnya. Hal itu mencakup kebersihan pengolahan, teknik irisan, dan kualitas hasil rajangan.
Di Garut sendiri, para perajang tembakau saat ini kebanyakan berusia di atas 50-60 tahun. (IK)



.png)











