Berita

Dipolisikan Ustaz Solmed, Pantia Pengajian di Cisewu Garut Bilang Begini

×

Dipolisikan Ustaz Solmed, Pantia Pengajian di Cisewu Garut Bilang Begini

Sebarkan artikel ini
Panitia pengajian bersama Kepala Desa Cisewu, Cecep Supriadi. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Ustaz Solmed mempolisikan panitia pengajian di Cisewu, Garut. Mereka adalah Suwarna dan Tisna yang disebut sebagai Kepala Desa Cisewu, Kabupaten Garut.

Usai dipolisikan, Suwarna akhirnya buka suara. Ia menceritakan awal mula perseteruannya dengan Ustaz Solmed.

“Awal mulanya beliau menjemput dari jam 4 sore, terus Ustaz Solmed bilang, ‘Udah duluan saja, dekat ini kok.’ Dan mohon maaf kami tidak ada perdebatan, seperti disampaikan Ustaz Solmed katanya ada perdebatan waktu mau jalan, sama sekali tidak ada,” kata Suwarna saat dijumpai wartawan di Kawasan Kebon Siri, Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021).

“Di situ hanya bilang, ‘Hanya 1,5 jam, saya istirahat dulu abis itu ke hotel beres-beres dulu, abis itu Magrib saya berangkat,” lanjutnya.

Baca Juga:   Pemborong Ancam Bongkar Jalan Rp1,2 M di Cisewu Garut, Klaim Belum Dibayar Sejak 2024

Setelah itu, Suwarna langsung menyerahkan sisa pembayarannya kepada supir Ustaz Solmed. Hal itu dilakukannya sesuai dengan perintah suami April Jasmine itu.

“Di situlah saya menyerahkan uang sebesar Rp6 juta, di awalnya DP Rp2 juta, buktinya ada. Rp2 juta saya DP untuk mengunci jadwal beliau, Rp6 juta pelunasan disaksikan oleh Pak Ketua. Dan uang itu saya serahkan ke Remo, supirnya Ustaz Solmed karena itu diperintahkan oleh Ustaz Solmed uangnya diserahkan ke Remo,” beber Suwarna.

“Sehabis itu saya berangkat duluan dengan penjemput, karena beliau memutus kami untuk duluan,” sambungnya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Ustaz Solmed tiba-tiba saja membatalkan kunjungannya ke Kampung Cisamak, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Suwarna pun kaget saat mengetahui hal tersebut.

Baca Juga:   Ustaz Solmed Akhirya Berdamai dengan Panitia Pengajian di Cisewu, Akan Lanjutkan Berceramah yang Sempat Batal

“Nah tiba-tiba jam 8 (malam) tepat beliau mengabarkan bahwa beliau sudah akan pulang ke Jakarta. Dan dari situ kami sudah mulai panik, warga sudah mulai mengepung, warga sudah mulai guncang dan di situ lah kami langsung diamankan di Polsek didampingi oleh Pak Lurah, ada Pak RW juga, saya di situ Alhamdulillah diamankan lah dari amukan warga,” imbuh Suwarna.

Mengenai dagangan rokok Ustaz Solmed, Suwarna mengaku tidak bisa bertanggung jawab mengenai hal tersebut. Sebab, 25 slop SIN Herbal langsung dirampas oleh warga dan dibagi-bagikan imbas kekecewaan mereka atas ketidakhadiran Ustaz Solmed di pengajian itu.

Baca Juga:   Hikmah Wabah Corona bagi Pengrajin Kulit di Sukaregang Garut

“Ada pun permasalahan lainnya seperti uang rokok, itu beliau sebenarnya menitipkan ‘Tolong bantu bro, saya punya rokok, bantu jualin dah ke warga’. Jadi karena kekesalan warga akhirnya rokok itu dibagikan atau dilempar,” papar Suwarna.

“Jadi seperti itu kronologinya, jadi yang jelas kami tidak ada tuntutan hukum sebenarnya dari awal. Tapi ketika hari H kenapa beliau tidak menjawab? Tapi setelah dua hari beliau baru koar-koar,” tukasnya.

Laporan polisi Ustaz Solmed masuk ke Polda Jawa Barat. Ia membuat laporan atas pasal pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik. (dtc)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *