Berita

Lewat Proklamasi, Satgas Bakal Jemput Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Garut

×

Lewat Proklamasi, Satgas Bakal Jemput Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Garut

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Penjemputan pasien terkonfirmasi Covid-19.

GOSIPGARUT.ID — Untuk menekan penyebaran Covid-19, Satgas Covid-19 Garut, meluncurkan Program Khusus Layanan Masa Isolasi (Proklamasi). Melalui program itu, bakal ada penjemputan pasien yang tengah melakukan isolasi mandiri di permukiman penduduk menjadi isolasi terpusat (isoter).

Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, peluncurkan program proklamasi diharapkan mampu menekan meluasnya isolasi mandiri, untuk menghindari semakin meluasnya penyebaran Covid-19.

“Ini juga dihubungkan dengan akronim proklamasi, sekaligus memperingati proklamasi yaitu bagaimana kita melakukan langkah-langkah untuk menjadikan isolasi mandiri yang lebih berkualitas,” ujar dia.

Baca Juga:   Datangi Kantor Camat, Warga Pameungpeuk Tanya Status Jenazah Pasien Covid-19 dari Banten

Menurut Rudy, program proklamasi memudahkan dalam pendeteksian pasien terkonfirmasi, selain melakukan isoter dengan pelayanan optimal, juga memudahkan pengawasan pasien.

“Program ini inisiasi dan pemikiran orisinil dari Bapak Kapolres Garut sebagai Wakil Ketua Satgas Covid-19 dan ini juga diterima oleh semua Satgas,” kata dia.

Dalam prakteknya, para petugas isoter dengan baju APD lengkap, bakal melakukan penjemputan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk selanjutnya melakukan isolasi di isolasi terpusat (isoter).

Selain pasien tanpa gejala atau OTG, kriteria lain pasien isoman yang berpotensi dijemput petugas dalam program proklamasi itu yakni mereka yang memiliki penyakit penyerta. “Kalau misalnya punya penyakit penyerta (berat) itu langsung masukan ke rumah sakit,” ujar Rudy.

Baca Juga:   Seorang Pasien Covid-19 di Garut Sulit Dapat Kamar RS hingga Meninggal Dunia

Namun meskipun demikian, ia memastikan tidak ada larangan bagi warga untuk melalukan isolasi mandiri (Isoman) untuk menghindari penjemputan petugas.

“Isoman bisa dilaksanakan tetapi menurut ini (kajian Tim Satgas), (keadaannya) bisa memburuk di hari kedua, ketiga, keempat itu,” tutur Rudy.

Untuk menekan penyebaran Covid-19 secara masif, ia meminta warga bekerjasama dengan petugas dalam memberikan informasi warga yang terkonfirmasi positif.

Baca Juga:   Taufik Hidayat Gelar Kampanye Pileg di Pangalengan, Hadirkan Artis Komedi Ibukota dan Persib Legend

“Bisa saja hari ini jagjag, belum tentu hari ketiga, keempat dia jagjag, rekomendasinya (pasien dibawa) ke Isoter,” kata Rudy.

Dengan pelayanan dan sejumlah sarana kesehatan yang mendukung selama melakukan isolasi terpusat, diharapkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 lebih cepat.

“Isoternya kan sekarang sudah ada di tiap kecamatan, kita kasih kasur, kita kasih MCK,” kata dia. (Mrdk)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *