Berita

Desa di Kaki Gunung Guntur Bangun Ruang Belajar Publik Dilengkapi Jaringan Internet

×

Desa di Kaki Gunung Guntur Bangun Ruang Belajar Publik Dilengkapi Jaringan Internet

Sebarkan artikel ini
Gazebo untuk ruang belajar daring siswa di Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Untuk membantu para pelajar yang hingga saat ini belum bisa melakukan pembelajaran tatap muka, Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, membangun ruang belajar publik.

Fasilitas ini bisa dimanfaatkan para siswa untuk belajar daring (online), karena di tempat tersebut disediakan fasilitas internet gratis.

Kepala Desa Panjiwangi, Asep Djuanda, menyampaikan, ada empat ruang belajar publik yang dibangun di wilayah desanya.

Ruang belajar publik tersebut adalah sebuah gazebo terbuka yang bisa digunakan siswa untuk belajar daring. Di tiap gazebo, disediakan fasilitas internet gratis bagi siswa belajar daring.

Baca Juga:   Di Desa Panjiwangi Garut, Setiap RW Ada 20 Rumah Jalankan Usaha Penjualan Online Lewat E-commerce

“Sekarang kondisinya buat belajar daring banyak siswa dihadapkan pada akses internet yang terbatas, karena keterbatasan biaya buat beli kuota,” katanya, Rabu (19/8/2020).

Pemerintah desa, menurut Asep membaca situasi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan kuota, belum lagi soal keterbatasan jaringan mengingat posisi desanya ada di bawah kaki gunung Guntur dan jadi desa paling ujung di Kecamatan Tarogong Kaler.

Baca Juga:   Desa di Garut Ini Bentuk KIM untuk Kembangkan Potensi Desa dengan Produk Kopi

“Sekarang sudah ada 4 gazebo yang kita bangun untuk 8 RW di desa Panjiwangi, jadi asumsinya satu gazebo untuk warga di dua RW secara bergantian,” katanya.

Dengan keberadaan ruang belajar publik ini, Asep berharap para siswa di desanya tetap bisa melakukan proses belajar di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami hanya ingin anak-anak kami yang jadi aset bangsa ini bisa tetap belajar di masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Dubes Yuddy Chrisnandi dan Koordinator KTS Minta Garut Dilockdown

Asep menambahkan, ruang belajar publik ini bisa saja ditambah di desanya, jika ternyata minat masyarakat, terutama para siswa tinggi.

Saat ini, proses pembelajaran di ruang belajar publik, diawasi oleh aparat desa serta Babinsa dan Babinkamtibmas agar warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut bisa tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. (Rmol)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *