GOSIPGARUT.ID — Kawanan kera yang menghuni hutan Gunung Pasirhirung, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, akhir-akhir ini dilaporkan kerap turun gunung dan menyerang pemukiman penduduk yang berada di sekitar kaki gunung tersebut.
Rupanya kawanan kera itu lapar dan haus selama di hutan menjelang tibanya musim kemarau ini, kemudian turun gunung dan menyerang segala tanaman dan buah-buahan, termasuk yang paling sering diserang adalah sadapan nira milik warga.
Akibat serangan kawanan kera itu, seperti dikatakan salah seorang warga Kampung Kacapi, Desa Pamalayan, Selasa (7/7/2020), sejumlah petani gula aren di kampung ini mengalami kerugian karena sadapan niranya habis diminum kawananan kera yang berjumlah empat ekor tersebut.
“Semua warga di kaki Gunung Pasirhirung, selain bertani juga menyadap nira untuk pembuatan gula aren. Setelah seringnya diserang kawanan kera, hasil sadapan warga jadi berkurang yang otomatis panghasilan dari gula arennya pun jadi menurun ,” kata Dedi, salah seorang warga Kampung Kacapi.
Menurut dia, kawanan kera itu turun gunung dan menyerang kebun-kebun milik warga terjadi dua kali dalam seminggu. Jika tidak pada pagi hari, kawanan kera juga menyerang sadapan nira pada sore hari. Dan setelah meminum nira yang rasanya manis ini kera-kera itu pun kembali ke hutan.
“Selama ini warga tidak berhasil menangkap kera-kera itu karena ketika tahu ada orang yang mendekati kebun atau pohon nira yang sedang disadap, kera-kera langsung berlarian ke gunung atau ke hutan,” ujar Dedi.
Seorang warga Kampung Kacapi lainnya yang bernama Somad menambahkan, selain pada sadapan nira kawanan kera itu pun paling suka menyerang tanaman singkong. Tanaman-tanaman ini oleh kera dicabutinya dan umbinya dimakan.
“Setiap pagi kami sering mendapatkan puluhan pohon singkong yang sudah tercerabut dari tanah dan umbinya sudah habis dimakan kera. Kami pernah melihat kera tengah mencabuti pohon singkong. Ketika kami dekati, kera-kera itu pada berhamburan lari ke dalam hutan,” terang dia. ***



.png)





