Berita

Pandemi Corona Kian Meluas, Pabrik Sepatu “Nike” di Garut Masih Beroperasi

×

Pandemi Corona Kian Meluas, Pabrik Sepatu “Nike” di Garut Masih Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Para pekerja PT Changsin di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, ketika hendak masuk kerja. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Meski pandemi Covid-19 kian meluas, dan intruksi work from home serta kegiatan belajar di rumah terus diperpanjang untuk memutus rantai penyebaran virus corona, namun tidak demikian dengan karyawan pabrik sepatu merk “Nike” di Garut.

Ribuan karyawan pabrik sepatu PT.Changsin Reksa Jaya yang berlokasi di Desa Ciburial, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, itu tetap bekerja. Pun pabrik sepatu milik pengusaha Korea, SEO Young Seok ini tetap beroperasi meski di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga:   BPN Bagikan 5000 Sertipikat Tanah Kepada 30 Orang Warga Garut

Saat tibanya jam masuk atau jam bubar pabrik, lautan manusia tampak berdesakan tanpa menghiraukan intruksi social distancing yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten Garut.

Kepala Desa Ciburial, Dhani Wardan Pebrian, mengaku kewalahan dengan tindakan pabrik sepatu PT. Changshin yang tetap beroperasi, sementara pandemi Covid-19 terus meluas.

“Saya kesulitan memberikan peringatan karena mereka berdalih pabrik beroperasi sesuai SOP (standar operasional pekerjaan). Padahal setiap hari kondisinya seperti itu, dipenuhi karyawan tanpa mempedulikan bagaimana ganasnya penyebaran virus corona. Pihak pabrik selalu menganggap enteng,buktinya warga meminta CSR untuk pencegahan pun tidak digubris,” terang dia.

Baca Juga:   Polemik Memanas, Rudy Gunawan Kritik Penurunan Dana Desa, Dedi Mulyadi Balas dengan Ubah Skema Prioritas

Dhani menjelaskan, warganya sangat mengharapkan tanggungjawab PT Changshin untuk menyalurkan CSR, terutama untuk penanganan pandemi Covid-19 yang sangat sulit direalisasikan. Sementara jika pihak pabrik akan membangun untuk kepentingan perusahaan, contohnya lahan parkir, harus segera direalisasikan.

Hal senada diungkapkan anggota Paguyuban Rakyat Leles (Paralel), Anas Saepurohmat yang mengaku heran dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Garut. Ia menilai ada upaya saling tuding dari Pemkab Garut sehingga kepala desa sebagai penanggung jawab wilayah terus disorot oleh masyarakat.

Baca Juga:   Suara Gemuruh Itu Bukan di Gunung Guntur, Melainkan dari Turbin Uap Kamojang

“Semua lapisan masyarakat juga tahu dan bisa menilai sendiri, di tengah upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. Kenapa masyarakat diintruksikan untuk diam di rumah, sementara karyawan pabrik tiap hari masih sibuk bekerja,” katanya. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *