Berita

Emil Salim Terpikat Garut, dari Dodol hingga Kopi: Kreativitas Lokal Ini Punya Kelas Dunia

×

Emil Salim Terpikat Garut, dari Dodol hingga Kopi: Kreativitas Lokal Ini Punya Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Ekonom dan tokoh nasional Prof. Emil Salim berbicara kepada wartawan saat berkunjung ke Garut belum lama ini.

GOSIPGARUT.ID — Garut tak sekadar dikenal lewat dodol atau domba Garut. Di mata ekonom senior dan tokoh nasional Emil Salim, daerah di selatan Jawa Barat ini menyimpan kekuatan besar berupa kreativitas masyarakat yang tumbuh alami, berkarakter kuat, dan berpeluang menembus panggung dunia.

Pandangan itu disampaikan Emil Salim saat berkunjung ke Piazza Firenze Garut, belum lama ini. Dalam wawancara eksklusif, ia mengaku terkesan dengan kualitas produk artisan lokal yang berkembang di kawasan tersebut—mulai dari fesyen kulit hingga produk kreatif berbasis identitas daerah.

“Garut itu dodol Garut, Garut itu domba Garut, Garut itu Kopi Darsono,” ujar Emil Salim sambil tertawa. Kalimat singkat itu, menurutnya, mencerminkan betapa kuatnya identitas Garut yang lahir dari kreativitas warganya.

Baca Juga:   Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Bank Raya Tebar Beragam Promo dan Program Loyalty

Emil menilai, kreativitas masyarakat Garut bukan fenomena biasa. Ada karakter sosial dan budaya yang membentuk daya cipta unik, berbeda dengan kawasan pegunungan lain di Jawa Barat. Dari karakter itu, kata dia, lahir karya seni dan produk berkualitas yang tidak hanya diapresiasi secara nasional, tetapi juga mulai dilirik dunia internasional.

“Ada sesuatu yang unik di masyarakat sini. Kreativitasnya punya ciri khas dan kualitas. Itu yang membuat saya bertanya-tanya dan sekaligus tertarik, kok bisa lahir kekuatan seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:   Bupati Garut Berencana Tunda Kenaikan Harga LPG 3 Kg, Warga Minta Pembatalan Bukan Penundaan

Ia meyakini, jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, kreativitas lokal Garut dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus identitas budaya yang membanggakan di tingkat global.

Keyakinan tersebut sejalan dengan visi Poppy Dharsono, penggagas Piazza Firenze Garut. Menurut Poppy, kawasan ini sejak awal dirancang sebagai ruang kolaborasi dan apresiasi bagi kreativitas lokal, agar mampu tumbuh tanpa kehilangan akar budayanya.

“Kini mulai terlihat hasilnya. Pengunjung datang tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara seperti Singapura,” kata Poppy.

Ia menegaskan, Piazza Firenze Garut hadir sebagai The House of Quality Fashion Leather sekaligus ruang keberlanjutan, tempat kreativitas lokal bertemu dengan selera global. Konsep tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah besar menjadikan Garut sebagai eco tourism city—daerah wisata berbasis lingkungan dan budaya.

Baca Juga:   KAI Divre III Palembang Tambah Armada 6 Gerbong Ketel untuk Dukung Distribusi BBM

Dalam pandangan Emil Salim, apa yang tumbuh di Garut hari ini adalah contoh bahwa kekuatan daerah tidak selalu lahir dari industri besar. Kreativitas masyarakat, jika dirawat dan diberi ruang, mampu menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus daya saing Garut di mata dunia. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *