GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi sejumlah lokasi galian pasir di Kabupaten Garut. Usai melakukan kunjungan langsung ke beberapa titik tambang, Putri mengaku terkejut sekaligus sedih melihat perubahan bentang alam yang dinilainya sudah terlalu jauh.
“Sebagai manusia, pengalaman pertama melihat langsung itu sangat mengejutkan dan menyedihkan. Gunung yang dulu kita kenal sekarang diambil sedemikian rupa,” ujar Putri dalam pernyataannya lewat unggahan video di akun Tiktok @putri.karlina14, sebagaimana dilihat GOSIPGARUT.ID Senin (5/1/2026).
Putri menegaskan, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap fakta bahwa aktivitas pertambangan juga berkaitan dengan kebutuhan ekonomi dan mata pencaharian warga. Namun, menurut dia, aspek tersebut tidak boleh selalu menjadi prioritas utama, apalagi jika dampaknya merusak lingkungan secara masif.
“Bukan berarti kita tidak memikirkan kebutuhan hidup dan mata pencaharian masyarakat. Tapi itu juga tidak boleh menghilangkan pertimbangan kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam,” kata Putri.
Ia mengaku telah menyampaikan secara terbuka keresahan dan keberatan pribadinya terhadap keberlanjutan aktivitas galian pasir. Putri menilai, sebagai warga Garut yang mengenal daerahnya sejak lama, ia merasa terpanggil untuk menyuarakan kepentingan lingkungan.
“Saya keberatan jika ini terus dilanjutkan. Alam tempat kita hidup adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita hidup di alam, hidup dari alam, dan seharusnya hidup untuk menjaga alam,” ucapnya.
Putri pun berharap seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan atas aktivitas Galian C dapat duduk bersama dan merumuskan solusi terbaik. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap perizinan tambang, termasuk kemungkinan penutupan jika dinilai sudah tidak relevan bagi Kabupaten Garut.
“Perlu ada evaluasi yang sangat matang. Apakah izin tambang atau Galian C ini masih relevan atau tidak untuk Garut. Saya berharap kita bisa lebih memilih menyelamatkan alam daripada sekadar memenuhi kebutuhan hidup manusia,” kata Putri.
Pernyataan Wakil Bupati ini memperkuat desakan publik agar pemerintah daerah mengambil langkah tegas, termasuk pengetatan izin hingga penutupan galian pasir, demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan wilayah Garut ke depan. ***



.png)






















