Berita

Tiga Mesin Ekonomi Garut Digeber: Investasi Asing Rp 350 Miliar Masuk, Rumah Tangga Jadi Kunci

×

Tiga Mesin Ekonomi Garut Digeber: Investasi Asing Rp 350 Miliar Masuk, Rumah Tangga Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin berbicara di acara Kickoff Budget Bank BIJ Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (19/12/2025).

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membeberkan tiga penggerak utama pembangunan ekonomi Kabupaten Garut yang kini terus digenjot pemerintah daerah. Ketiganya adalah belanja pemerintah, investasi, dan konsumsi rumah tangga—dengan sektor rumah tangga disebut sebagai motor paling dominan sekaligus paling potensial.

Hal itu disampaikan Syakur saat menghadiri Kickoff Budget Bank BIJ Tahun 2026 di Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (19/12/2025).

“Ekonomi Garut digerakkan oleh tiga hal utama. Belanja pemerintah, investasi, dan konsumsi rumah tangga. Karena belanja pemerintah terbatas, maka dua sektor lainnya harus kita dorong lebih kuat,” kata Syakur.

Ia mengungkapkan, sektor investasi yang sempat melambat kini mulai menunjukkan sinyal positif. Syakur menyebut adanya komitmen investasi dari dua perusahaan asing asal Taiwan dan Korea Selatan dengan nilai mencapai sekitar Rp 350 miliar.

Baca Juga:   Dandim 0611 Garut Jamin TNI Bersikap Netral dalam Pemilu 2019

“Investasi kemarin agak terhambat, tapi alhamdulillah hari ini saya bertemu dengan satu perusahaan Taiwan dan satu perusahaan Korea. Mereka siap berinvestasi di Garut kurang lebih Rp 350 miliar. Ini tenaga baru bagi perekonomian kita,” ujarnya.

Masuknya investasi tersebut diharapkan tak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat struktur industri daerah.

Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Tulang Punggung

Meski investasi mulai bergerak, Syakur menegaskan bahwa kontribusi terbesar ekonomi Garut saat ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Namun, ia menilai banyak aktivitas produktif masyarakat yang belum tercatat secara ekonomi akibat rendahnya literasi keuangan dan minimnya digitalisasi.

Baca Juga:   Tiket KA Kelas Ekonomi Rute Garut-Pasar Senen Jakarta Hanya Rp41 Ribu

Syakur mencontohkan pengalamannya saat menghadiri sebuah kegiatan olahraga, ketika menemukan warga berjualan tanpa standar harga yang jelas.

“Kenapa? Karena dia tidak merasa sebagai pelaku ekonomi. Dia hanya ibu rumah tangga yang biasa memasak untuk konsumsi keluarga. Padahal saat makanan itu dijual per orang, ada transaksi ekonomi dan itu sebenarnya aktivitas produktif,” tutur Syakur.

Menurutnya, aktivitas semacam ini kerap luput dari pencatatan ekonomi, padahal jika dikelola dan difasilitasi dengan baik, dampaknya bisa signifikan bagi pertumbuhan daerah.

Baca Juga:   Anggota DPR RI Asal Pameungpeuk Beri Bantuan kepada Korban Banjir Bandang Garut Selatan

Akses Keuangan Jadi Kunci Rumah Tangga Produktif

Untuk memaksimalkan peran konsumsi rumah tangga, Syakur meminta lembaga keuangan agar lebih proaktif memberikan stimulus serta kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil.

“Bagaimana caranya agar setiap rumah bisa lebih produktif? Salah satunya dengan memberikan stimulus, terutama akses keuangan dan finansial,” tegasnya.

Syakur optimistis, dengan penguatan investasi dan peningkatan produktivitas rumah tangga, tiga mesin ekonomi Garut—belanja pemerintah, investasi, dan konsumsi masyarakat—dapat bergerak selaras untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *