GOSIPGARUT.ID — Nama Agus Rajab, S.Pd., M.Pd. kian mencuat di dunia pendidikan Kabupaten Garut, terutama di wilayah selatan. Lahir dan besar di Kecamatan Cisewu, Agus dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong penguatan kualitas guru dan siswa di daerah yang jauh dari pusat kota.
Terakhir menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Cisewu, kini Agus dipercaya menahkodai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cisewu periode 2025–2030. Dua posisi strategis itu menjadikannya tokoh penting dalam menentukan arah pendidikan di kawasan perbatasan Garut–Bandung Selatan.
Agus aktif menginisiasi berbagai program pendidikan. Salah satu yang menonjol adalah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Cisewu, yang diikuti ratusan siswa sekolah dasar. Ajang ini tak hanya melestarikan bahasa daerah, tetapi juga memperkuat karakter generasi muda.
Berkat perannya, salah seorang siswi SDN Girimukti 1 berhasil menjuarai lomba pupuh tingkat Kabupaten Garut dan akan mewakili daerahnya di tingkat Provinsi Jawa Barat pada Oktober 2025 mendatang.
Prestasi serupa juga ditorehkan oleh siswa SDN Cisewu 1 yang berhasil meraih juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA tingkat Kabupaten Garut tahun ini.
Selain mendorong prestasi siswa, Agus menaruh perhatian besar pada pengembangan kompetensi guru. Ia kerap menggelar pembinaan agar tenaga pendidik lebih adaptif dengan Kurikulum Merdeka.
Menurutnya, guru di pelosok harus mendapat kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas. “Kalau guru tertinggal dalam penguasaan kurikulum, otomatis siswa pun akan tertinggal. Itu yang kita cegah,” ujar pria berusia 54 tahun ini.
Di luar dunia pendidikan, Agus Rajab dikenal sebagai sosok yang peduli pada masyarakat. Saat bencana longsor melanda Desa Cikangkung, Cisewu, ia turun langsung memberikan dukungan moril dan memastikan para guru maupun siswa terdampak tetap diperhatikan.
Peran sosial ini membuatnya dipandang bukan hanya sebagai birokrat pendidikan, tetapi juga tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi.
Komitmen sebagai Ketua PGRI
Menjabat Ketua PGRI Cisewu, Agus bertekad memperjuangkan kesejahteraan guru dan pemerataan akses pendidikan di Garut Selatan. Ia percaya, desa yang kuat pendidikannya akan melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.
“Pendidikan di pelosok bukan berarti tertinggal. Dengan kolaborasi guru, orang tua, dan pemerintah, anak-anak Cisewu bisa berdiri sejajar dengan daerah lain,” tegasnya.
Dengan semangat itu, Agus Rajab menjelma sebagai representasi guru yang tak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menggerakkan perubahan nyata bagi pendidikan di pelosok Garut. ***



.png)










