GOSIPGARUT.ID — Okke Muhammad Hadist adalah Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut yang terpilih selama dua periode. Ia dinilai sukses memimpin induk organisasi pemuda itu dan kini segera purnabakti atau melepas jabatannya.
Terdapat sejumlah keberhasilan yang diraih Okke M Hadist selama memimpin KNPI Garut. Salah satunya membangun Gedung Pemuda yang cukup megah, sebagai pusat kegiatan dan pengembangan pemuda di kabupaten penghasil dodol ini.
Selain itu, KNPI Garut dengan kepemimpinan Okke M Hadist, berhasil menginisiasi terwujudnya Perda Kepemudaan, yakni Perda nomor 2 tahun 2021 dan kini tengah mendorong Perbup Kepemudaan sebagai turunan dari Perda nomer 2 tersebut.
”Mudah mudahan segera di-acc oleh Pak Syakur (Bupati), kita sudah rencanakan itu, dan kita kawal itu,” katanya.
Selanjutnya, jelang purna jabatannya, Okke kini tengah mempersiapkan Musda KNPI Garut untuk kepengurusan berikutnya. Sesuai AD/ART, kata dia, harus ada Rapat Pimpinan Pengurus Daerah (Rapimpurda) terlebih dahulu
”Di Rapim itu sebelumnya harus dilakukan OKP, supaya OKP bisa mendaftar. Sekarang ini kami tengah melakukan verifikasi OKP itu yang akan berakhir pada 12 Juni nanti. Kemungkinan Rapim dilaksanakan akhir Juli ini menunggu keputusan Jawa Barat,” ungkapnya.
Pelaksanaan Musda KNPI Garut sendiri, kata Okke, tergantung keputusan Rapim nanti. Sementara masa jabatannya sebagai ketua sudah berakhir. Namun secara aturan, ketua yang sudah habis masa jabatannya itu masih bisa menjalankan tugasnya sampai 6 bulan ke depan.
”Secara SK jabatan saya sudah habis, tapi di AD/ART disebutkan masih ada waktu 6 bulan untuk persiapan Musda. Yang berarti bahwa sampai bulan Desember saya masih bisa menjabat,” imbuhnya.
Okke menambahkan, dirinya sudah tidak bisa mencalonkan lagi sebagai ketua, karena sudah menjabat 2 periode berturut turut. Ia juga menyebutkan beberapa nama yang wacananya akan mencalonkan diri, yakni Oki, Irvan Kacang, Agil, Baron, Angga, dan Febi.
”Kriteria calon Ketua KNPI itu kedah nu nyaah (harus yang sayang) terhadap kepentingan Pemuda Garut, juga kepada pemerintah dalam artian kolaborasi. Yang kedua harus yang kekinian, artinya isu isu kepemudaan itu harus up to date, harus langsung ada solusinya. Itu barangkali,” pungkasnya. (Yuyus)



.png)





