GOSIPGARUT.ID — Tanggal 16 Februari 2023, Kabupaten Garut menginjak usia yang ke-210 tahun. Dalam perayaan hari jadinya di usia yang relatif sudah tua ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut — Nurdin Yana mengklaim lebih berpihak kepada masyarakat dengan keberpihakan yang betul-betul nyata dan menyentuh.
“Kenapa demikian? Setelah kemarin dua tahun pasca Corona, tentu masyarakat kita masih dalam posisi yang kurang beruntung, sehingga hari ini Pemerintah Kabupaten Garut di bawah komando Pak Bupati dan Pak Wakil mengisyaratkan keberpihakan yang betul-betul real dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nurdin.
Dalam wawancara bersama TVRI Jawa Barat, Rabu (8/2/2023), Sekda menjelaskan salah satu keberpihakan terhadap masyarakat tersebut diimplementasikan dalam bentuk perbaikan 1 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) per satu desa atau kelurahan.
“Dan ini tidak hanya seperti itu, karena memang tahun ini juga pelibatan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) secara hierarkis baik itu tingkat kabupaten, kemudian dengan UPT (Unit Pelaksana Teknis) tentunya, kemudian plus Pak Camat, Pak Kepala Desa, Pak Lurah semua harus bertanggung jawab atas penyelesaian satu rumah tidak layak huni untuk satu desa,” paparnya.
Dalam program perbaikan rutilahu ini, lanjut Nurdin, pihaknya akan memberikan semacam dana stimulan sebesar Rp17, 5 juta untuk memperbaiki 1 unit rutilahu yang ada di desa/kelurahan di Kabupaten Garut.
“Kemudian setelah itu, SKPD yang bertanggung jawab di wilayah tersebut, harus bertanggung jawab atas penyelesaian secara akumulatif, karena akumulatif ketika ada kekurangan dia harus bertanggung jawab. Inilah bentuk lain dari bakti ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Garut terhadap warga yang kurang beruntung,” lanjut Nurdin.
Program perbaikan rutilahu sendiri, jelas Nurdin, sudah dilakukan oleh Pemkab Garut mulai bulan Desember 2022 dengan pertimbangan karena adanya bencana hidrometeorologi yang menimpa Kabupaten Garut, sehingga berdampak terhadap rusaknya beberapa rumah milik warga.
Ia mengatakan untuk program perbaikan rutilahu saat itu, konsepnya satu kecamatan dilakukan perbaikan 5 unit rutilahu.
“Kemarin dengan konsep lima rumah satu kecamatan, sehingga Pak Camat memilih desa mana (atau) rumah mana yang akan kita perbaiki. Alhamdulillah sudah berjalan, dan hari ini di Hari Jadi Garut kita ingin jadi momentum ini kita ingin memberikan yang lebih dari apa yang sudah kita lakukan,” kata Nurdin.
Ia mengungkapkan, ada sekitar 442 unit rutilahu yang menjadi target program perbaikan dalam momentum HJG ke-210 ini. Tersebar di 421 desa dan 21 kelurahan, dengan dana stimulan yang dikeluarkan oleh Pemkab Garut sekitar Rp8 miliar.
“Yang pertama konsep kita membangun di tempat bangunan yang mereka miliki, biasanya itu adalah ukuran 35 meter persegi. Alhamdulillah kalau (untuk) tahun kemarin itu semua dengan lantainya keramik. Kemudian dindingnya bata ataupun hebel, atapnya genting,” ucap Nurdin.
Dalam rangkaian Hari Jadi Garut tahun ini juga, menurut Sekda, ada beberapa rangkaian kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Gebyar Vaksinasi Covid-19 di 210 pos pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan, khitanan massal, peningkatan kapasitas 1.000 pelaku usaha di Kabupaten Garut, dan masih banyak lagi yang lainnya. (Yan AS)



.png)












