Tiga Pemain Akademi Persib Putri Ikuti Pemusatan Latihan Tim Nasional

Tiga Pemain Akademi Persib Putri Ikuti Pemusatan Latihan Tim Nasional

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Delapan Kota Miliki Janda Terbanyak di Indonesia, Posisi Kedua Ditempati Garut

Delapan Kota Miliki Janda Terbanyak di Indonesia, Posisi Kedua Ditempati Garut

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Sabet 12 Penghargaan, Kafilah Garut Berada di Peringkat 8 MTQ Provinsi Jawa Barat

Sabet 12 Penghargaan, Kafilah Garut Berada di Peringkat 8 MTQ Provinsi Jawa Barat

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

Pemkab Garut Akan Beri Kompensasi Rp5 Juta Setiap Ekor Hewan Ternak Mati Akibat PMK

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
1.748 Ekor Ternak di Garut Dilaporkan Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku

1.748 Ekor Ternak di Garut Dilaporkan Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Jumlah Bidan di Garut Ada 1.700, Wabup Garut: Yang Berketerampilan Mandiri Hanya 300

Jumlah Bidan di Garut Ada 1.700, Wabup Garut: Yang Berketerampilan Mandiri Hanya 300

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Terbukti Makar dan Hina Lambang Negara, 2 Jenderal NII di Garut Divonis 4,5 Tahun Penjara

Terbukti Makar dan Hina Lambang Negara, 2 Jenderal NII di Garut Divonis 4,5 Tahun Penjara

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Merasa Dianaktirikan dalam Rekrutmen PPPK, Nakes di Garut Berunjukrasa di Gedung DPRD

Merasa Dianaktirikan dalam Rekrutmen PPPK, Nakes di Garut Berunjukrasa di Gedung DPRD

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Setelah Dua Tahun Vakum, Semua SD di Cisewu Selenggarakan “Samen” Secara Meriah

Setelah Dua Tahun Vakum, Semua SD di Cisewu Selenggarakan “Samen” Secara Meriah

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Pecahkan Rekor Muri, Polda Jabar Tebar 7,6 Juta Benih Ikan Air Tawar di Situ Bagendit

Pecahkan Rekor Muri, Polda Jabar Tebar 7,6 Juta Benih Ikan Air Tawar di Situ Bagendit

GOSIPGARUT.ID -- Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas,...
Read More
Tokoh  

Perwira Polisi Asal Sukawening Ini Berbicara Soal Bonus Demografi dan Sikap Antikorupsi

AKBP. Drs. Ade Najmulloh. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Perwira polisi kelahiran Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, mengatakan, pada tahun 2045 Indonesia akan menikmati bonus demografi Indonesia emas, di mana bonus demografi itu tidak bisa dinikmati setiap abad bahkan belum tentu semua negara memiliki bonus demografi emas.

“Bonus demografi Indonesia emas yaitu di mana mayoritas penduduk Indonesia diisi oleh generasi yang produktif, yakni usia 15 tahun sampai 64 tahun. Berdasarkan survei Litbang Kompas tahun 2019 usia produktif 15 tahun – 64 tahun pada tahun 2045 mencapai 183 juta jiwa atau sekira 68,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” kata AKBP. Drs. Ade Najmulloh, penulis buku “Literasi Anti Korupsi,” Selasa (3/1/2022).

Perwira polisi yang bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat itu menambahkan, bonus demografi Indonesia emas menjadi potensi yang luar biasa, di mana mayoritas penduduk Indonesia produktif menghasilkan karya yang sangat berharga baik secara ekonomi maupun intelektual. Dan tidak menutup kemungkinan muncul pemikiran-pemikiran yang brilian untuk memajukan bangsa dan negara bahkan memajukan dunia.

Baca Juga:   Mungkin Ini Calon Senator Pilihan Anda, Siapakah Sapei ST?

Bonus demografi Indonesia emas tersebut, kata Ade, akan dinikmati juga oleh masyarakat Kabupaten Garut. Kesempatan yang tidak akan bisa terulang setiap saat itu tentunya harus disongsong dan dipersiapkan dengan baik, yakni menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, berilmu, beriman, berkarakter, dan berbudi luhur.

“Bonus demografi Indonesia emas pada tahun 2045 bisa mengantarkan Kabupaten Garut khususnya dan bangsa Indonesia umumnya menjadi negara maju. Tetapi berdasarkan hasil survei Litbang Kompas tadi, korupsi menjadi faktor tertinggi yang menghambat Indonesia maju yakni 34,4 persen. Korupsi merusak tatanan dan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Baca Juga:   Kisah Aktor Kelahiran Garut: Istri Pendeta, Mualaf dan Pendakwah

Pria yang bercita-cita menjadi pendidik itu menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran dan sikap generasi muda yang anti terhadap korupsi. Pendidikan anti korupsi harus dimulai dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

“Pendidikan antikorupsi pada usia sekolah bisa diajarkan dengan membina dengan mental agama,tidak tamak, tidak mengambil hak orang lain, tidak hedonisme, nilai-nilai etika, keteladanan dan hal-hal baik kepada anak-anak kita,” ujar mantan Wakapolres Banjar itu.

Baca Juga:   Petahana Kades Sukarame Kembali Nyalon dengan Tagline "Karaba Katara Jeung Karasa"

Ia melanjutkan, untuk mencegah terjadinya korupsi bisa dilakukan antara lain dengan keterbukaan (transfaransi) anggaran harus dimaksimalkan sehingga publik mengetahui setiap anggaran yang digelontorkan. Kemudian penegakkan hukum yang maksimal, jangan sampai dihukum tetapi untungnya tetap besar. Selanjutnya, mencerdaskan generasi muda untuk memilih pemimpin yang bersih.

“Mengetahui pemimpin yang bersih itu bisa dilihat dari jejak digitalnya, baik di keluarga, di masyarakat, dan di tempat kerjanya. Jangan sampai berteriak lantang antikorupsi karena tidak ada kesempatan, setelah ada kesempatan tergiur untuk korupsi juga. Itu tidak Istiqomah namanya,” tutup Ade. (Ai Respati)

Comment