Berita

PVMG akan Periksa Tiga Lokasi Pergerakan Tanah di Garut

×

PVMG akan Periksa Tiga Lokasi Pergerakan Tanah di Garut

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pergerakan tanah.

GOSIPGARUT.ID — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dijadwalkan akan memeriksa tiga lokasi pergerakan tanah di Kabupaten Garut pada Selasa (5/11/2019). Tiga lokasi itu di antaranya Kecamatan Cikajang, Malangbong, dan Cigedug.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, hasil pemeriksaan itu nantinya akan dijadikan rekomendasi untuk pimpinan di Pemkab Garut untuk menentukan langkah yang mesti diambil selanjutnya. Jika hasilnya wilayah itu memiliki potensi terjadi longsor yang tinggi, rumah warga yang telah dibangun mesti direlokasi.

“Seandainya hasil kajian menunjukkan tidak layak untuk dibangun rumah, apa boleh buat. Harus direlokasi,” kata dia, Senin (4/11/2019).

Baca Juga:   Indonesia Research Summit 2.1: Editage dan Universitas Airlangga Berkolaborasi untuk Mempercepat Dampak Global Riset Indonesiav

Menurut Agus, hingga saat ini kejadian pergerakan tanah di Kabupaten Garut baru terjadi di tiga lokasi. Wilayah yang paling parah terancam longsor adalah Kampung Sukasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang.

Ia mengatakan, hinga saat ini Pemkab Garut masih belum menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor. Untuk menetapkan status siaga, menurut dia, harus menunggu instruksi dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) terlebih dahulu.

Baca Juga:   Penyuluh Pertanian di Garut Ini Adalah Inovator Mesin Huller, Masuk Finalis ASN Berprestasi Jabar

Meski begitu, Pemkab Garut telah mengeluarkan imbauan agar warga lebih hati-hati dalam menghadapi musim hujan. Secara khusus, Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman juga sudah mengimbau untuk enam kelapa keluarga (KK) yang terancam longsor di Kampung Sukasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, untuk segera mengungsi jika diperlukan.

“Wabup juga sudah intruksi tapi untuk menghadapi musim hujan. Sekarang mah belum diungsikan. Kalau sudah hujan terus atau terjadi gempa, jangan ambil risiko, harus diungsikan yang enam KK,” kata Agus. (ROL/Gun)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *