oleh

11 Anak Muda Cisewu Berhasil Taklukan Garangnya Gunung Gede Pangrango

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 11 anak muda dari Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang tergabung dalam komunitas pencinta alam dan pendaki gunung, belum lama ini berhasil menaklukan garangnya Gunung Gede Pangrango yang berlokasi di Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Mereka yang berhasil singgah di ketinggian 2958 Mdpl gunung tersebut adalah Handry HR, Akbar Hiro, Egi Gianto, Egis Sugestian, Sandi Rabet, Risna Yulianti, Gita Fauzi, Egi Nugraha, Husni Ayok, Eka Isha, dan Aldy Ue.

Juru bicara dari ke-11 anak muda itu, Egis Sugestian, mengatakan pendakian di Gunung Gede Pangrango tersebut memakan waktu selama dua hari satu malam. Mereka bergerak menuju puncak gunung pada Sabtu 29 Desember 2018 dan turun gunung pada Minggu 30 Desember 2018.

Baca Juga:   Opsih Pasar Wanaraja, Ciptakan Kenyamanan Pedagang dan Pengunjung

“Proses pendakian diawali melalui jalur Gunung Putri, dengan waktu kurang lebih 12 jam untuk bisa akhirnya puncak Gunung Gede Pangrango,” kata Egis yang diamini salah seorang temannya yang sama-sama ikut mendaki, yaitu Akbar Hiro.

Ia menerangkan, hal yang sangat berkesan saat melakukan pendakian, yakni ketika sampai di alun-alun Surya Kencana. Mereka disuguhkan oleh indahnya hamparan jutaan bunga edelweiss. “Pemandangan itulah yang mengobati rasa lelah kami. Sehingga dinginnya suhu yang seakan menusuk sampai ke tulang pun tidak kami rasakan,” ujar Akbar Hiro.

Baca Juga:   Sebanyak 105 Kuota CPNS Garut Tidak Terisi, Apa Alasannya?

Ditambahkan Egis, dinginnya suhu di alun – alun Surya Kencana, tempat mereka mendirikan tenda, mencapai 7 derajat celcius. “Saat bangun pagi hari, saya melihat butiran embun yang seakan menjadi es menempel di bunga edelweiss,” tuturnya.

Sementara diterangkan pendaki lainnya, Risna Yulianti, mereka menginap di puncak gunung selama satu malam dengan mendirikan tiga tenda. “Pendakian itu merupakan deklarasi lahirnya komunitas baru yakni Darmacala,” ujar satu-satunya pendaki wanita yang ikut saat itu.

Baca Juga:   Tanah Longsor Kembali Timbun Jalur Rancabuaya -- Bandung

Peristiwa dukanya dalam pendakian itu, dijelaskan Egis, saat mereka melakukan perjalanan pulang. Di tengah perjalanan, mereka terhambat badai dan hujan. Namun beruntung akhirnya bertemu pos peristirahatan, dan mereka pun bisa berteduh sambil memasak makanan. (Gun/Fj)

Komentar

Berita Terkait