GOSIPGARUT.ID — Derby panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta tak cuma menguji tensi di dalam lapangan, tapi juga memaksa aparat di daerah bersiaga penuh. Kepolisian Resor Garut menerjunkan 189 personel gabungan untuk mengawal laga El Clasico Indonesia pada Sabtu, 12 September 2026.
Langkah preventif ini diambil untuk menyisir potensi bentrokan antar-kelompok suporter dan mencegah timbulnya titik-titik kerawanan di wilayah hukum Kabupaten Garut.
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra memimpin langsung operasi pengamanan terpadu ini. Tak sekadar menjaga area terbuka, kepolisian membagi fokus ke lokasi-lokasi penayangan bersama atau nonton bareng (nobar) serta rute pergerakan massa suporter.
Penjagaan ketat ini melibatkan sinergi bersama unsur TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.
”Seluruh personel yang terlibat wajib melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap humanis, serta tetap waspada terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan,” kata Niko saat memberikan pengarahan ke jajarannya.
Area nobar yang menjadi pusat konsentrasi warga dan pendukung klub mendapat pengawalan melekat. Kehadiran aparat di lokasi-lokasi tersebut difokuskan untuk mengurai kepadatan, mencegah konsumsi alkohol di tempat umum, serta mengantisipasi potensi gesekan yang rentan pecah baik selama laga berlangsung maupun seusai peluit panjang dibunyikan.
Selain menyasar lokasi nobar, petugas disiagakan di jalur-jalur arteri dan titik kumpul strategis. Penyekatan dilakukan untuk mengontrol mobilitas konvoi suporter agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun mengintimidasi pengguna jalan lainnya.
Sinergi tiga pilar—Polres, TNI, dan Pemkab Garut—juga dibarengi imbauan tegas kepada para pendukung kedua tim. Polres Garut meminta suporter menjaga rivalitas hanya sebatas 90 menit di layar kaca, tanpa harus mencederai kondusivitas wilayah dan kenyamanan masyarakat umum. ***










