GOSIPGARUT.ID — Kementerian Perhubungan resmi menunjuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai fasilitas alternatif pendaratan dan keberangkatan pesawat. Langkah darurat ini diambil setelah delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra ditutup total akibat terpaan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan penunjukan Kertajati keluar usai pengujian paper test menyatakan kawasan udara dan landasan bandara tersebut bersih dari paparan material vulkanik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan seluruh fasilitas di BIJB Kertajati siap menampung pengalihan rute penerbangan nasional demi menjamin keselamatan angkutan udara.
”Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati,” kata Gubernur yang akrab disapa KDM itu, Senin, 7 September 2026.
Merespons lonjakan penumpang pengalihan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerjunkan personel tambahan untuk memperkuat pelayanan di terminal kedatangan maupun keberangkatan. Instruksi khusus diberikan guna memastikan pemenuhan fasilitas dasar masyarakat, terutama kelompok rentan.
Dedi menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa penerbangan menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat ini.
”Fokus kami pada pelayanan optimal bagi penumpang terdampak, terutama bayi dan lansia. Seluruh operasional penerbangan darurat maupun alternatif di Bandara Kertajati harus berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” ujar Dedi.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang meningkat memicu sebaran abu tebal ke sejumlah wilayah udara strategis. Kondisi tersebut memaksa regulator menutup sementara operasional delapan bandara utama guna meminimalisasi risiko kerusakan mesin pesawat dan kecelakaan penerbangan.
Daftar bandara yang dihentikan sementara operasinya meliputi dua gerbang utama ibu kota, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Selain itu, penutupan berlaku untuk Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto (Curug), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat), serta Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam).
Posisi strategis BIJB Kertajati yang berada di luar koridor sebaran abu vulkanik menjadikannya hub penampung utama lalu lintas udara saat ini. Pemprov Jawa Barat bersama otoritas bandara terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk mengatur jadwal penerbangan pengalihan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal. (Yan AS)



.png)











