Berita

Dewan Pendidikan Garut Nilai Hasil TKA Belum Dimanfaatkan Optimal untuk Perbaikan Mutu Pendidikan

×

Dewan Pendidikan Garut Nilai Hasil TKA Belum Dimanfaatkan Optimal untuk Perbaikan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dewan Pendidikan Garut, Dedi Kurniawan.

GOSIPGARUT.ID — Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dedi Kurniawan, menilai hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan. Menurut dia, pelaksanaan TKA akan kehilangan makna apabila hasilnya hanya menjadi arsip tanpa diikuti langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, maupun sarana dan prasarana pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi kepada GOSIPGARUT.ID pada Senin (13/7/2026). Ia menyoroti belum terlihatnya keseriusan berbagai pihak dalam menjadikan TKA sebagai instrumen evaluasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional.

“Tes Kompetensi Akademik dianggap angin lalu. Lalu untuk apa ada TKA jika hasil kerja anak-anak hanya menambah volume sampah saja,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, TKA semestinya menjadi momentum penting bagi pemerintah dan satuan pendidikan untuk mengukur capaian pembelajaran secara objektif. Hasil evaluasi tersebut, kata dia, seharusnya menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan.

Baca Juga:   Dewan Pendidikan Garut: Program Gemmas untuk Tingkatkan Jumlah Siswa dan Kenaikan IPM

Ia mengatakan, hasil TKA semestinya tidak berhenti sebagai bagian dari rutinitas kegiatan belajar mengajar. Sebaliknya, data yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pembenahan proses pembelajaran, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

“Kami tidak melihat upaya serius bahwa hasil TKA dijadikan acuan untuk meningkatkan kompetensi guru, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Hasil TKA dianggap angin lalu atau hanya bagian dari proses KBM saja, padahal lebih dari itu,” katanya.

Dedi menilai setiap hasil TKA seharusnya menjadi catatan strategis yang dapat digunakan sekolah dalam memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain itu, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat juga dapat memanfaatkannya sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga:   Rumah Janda Tua di Selaawi Roboh, Warga Bantu Evakuasi dan Bersihkan Reruntuhan

Ia bahkan mempertanyakan efektivitas penyelenggaraan TKA apabila hasilnya tidak digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Jika TKA dipandang sebagai rutinitas saja, lebih baik tidak perlu diadakan karena hanya menjadi penghamburan biaya. Namun, jika hasil TKA dijadikan rumusan bagi satuan pendidikan, pemerintah daerah hingga nasional, maka program ini perlu dipertahankan dan metode evaluasinya terus ditingkatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan belum melihat adanya tindak lanjut yang jelas terhadap hasil TKA, termasuk dalam penyusunan rekomendasi strategis bagi penyempurnaan kurikulum di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan agar dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program yang bersifat seremonial, melainkan benar-benar mengutamakan tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:   Tak Hanya Cetak Tenaga Siap Kerja, SMK Nuurul Muttaqin Garut Bentuk Karakter Lewat Pendidikan Qur’ani

“Kita di dunia pendidikan jangan hanya pandai membuat program seremonial tanpa memahami orientasi ke depannya seperti apa. Mengelola pendidikan bukan sekadar membangun fisik dan material, tetapi juga membangun mental dan spiritual,” kata Dedi.

Tes Kompetensi Akademik merupakan salah satu instrumen evaluasi untuk mengukur capaian akademik peserta didik. Sejumlah kalangan menilai hasil evaluasi tersebut akan lebih bermanfaat apabila menjadi dasar penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat sekolah hingga pemerintah. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *