Berita

Garut Selatan Disiapkan Jadi Pusat Sekolah Rakyat, Pemkab Sediakan Lahan 8 Hektare di Cikelet

×

Garut Selatan Disiapkan Jadi Pusat Sekolah Rakyat, Pemkab Sediakan Lahan 8 Hektare di Cikelet

Sebarkan artikel ini
Peninjauan ke calon lokasi Sekolah Rakyat di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Kecamatan Cikelet untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan mulai terealisasi tahun ini. Lokasi di wilayah selatan Garut itu diproyeksikan menjadi pusat pendidikan baru yang mampu menjangkau masyarakat dari sejumlah kecamatan di kawasan pesisir selatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan, proses penyiapan lahan saat ini terus berjalan. Bahkan, tim dari Kementerian Sosial telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi beberapa hari lalu untuk melihat kesiapan area yang akan digunakan.

“Jadi, sekarang ini kita proses itu berjalan,” kata Nurdin.

Pemilihan Kecamatan Cikelet dinilai strategis karena berada di kawasan selatan Garut yang selama ini masih membutuhkan penguatan fasilitas pendidikan berskala besar. Dengan luas mencapai 30 hektare, kawasan tersebut memungkinkan pembangunan sekolah terpadu lengkap dengan fasilitas penunjang pendidikan dan kegiatan siswa.

Baca Juga:   Legislator PDIP Minta Pemkab Garut Perhatikan Kebersihan Jalan Protokol

Keberadaan Sekolah Rakyat permanen di wilayah selatan juga diharapkan dapat memperpendek akses pendidikan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota Garut. Selama ini, sebagian warga di daerah selatan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan pendidikan yang memadai.

Menurut Nurdin, hasil peninjauan dari Kementerian Sosial menunjukkan adanya sejumlah catatan administratif, salah satunya terkait status lahan yang diharuskan bersertifikat. Sementara lahan yang disiapkan Pemkab Garut saat ini merupakan tanah desa yang direncanakan digunakan melalui mekanisme pinjam pakai.

Baca Juga:   Sambut Lahirnya DOB Garut Selatan, Unit SIM Keliling pun Diterjunkan

“Teman-teman dari Kemensos tetap itu harus sertifikat, kita sedang berusaha untuk meyakinkan itu, karena kalau sertifikat serta merta tidak mungkin karena itu tanah desa, belum bisa kita lakukan,” ujarnya.

Meski masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan, Pemkab Garut memastikan program tersebut tetap menjadi prioritas. Pemerintah daerah menilai pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan kawasan selatan Garut.

Nilai pembangunan sekolah tersebut diperkirakan mencapai Rp250 miliar dan seluruh anggaran akan ditanggung pemerintah pusat. Angka itu dinilai cukup besar untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, baik saat pembangunan berlangsung maupun ketika sekolah mulai beroperasi.

Baca Juga:   SIAGA 8 Sarankan Bupati Perlu Membentuk Tim Khusus untuk Rumuskan "Ikon Garut"

“Itu kan sebetulnya bisa menarik anggaran Rp250 miliar. Belum lagi, setiap bulannya, setiap harinya akan ada kegiatan,” kata Nurdin.

Sebelumnya, program Sekolah Rakyat di Garut sudah berjalan dalam bentuk rintisan di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Garut. Saat ini terdapat 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar tingkat SD, SMP, dan SMA.

Pemerintah daerah berharap pembangunan sekolah permanen di Cikelet nantinya tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi warga selatan Garut, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan pengembangan sumber daya manusia di kawasan tersebut. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *