Berita

Kementan Turun ke Garut, Soroti Serangan Tikus hingga Kebutuhan Traktor Petani

×

Kementan Turun ke Garut, Soroti Serangan Tikus hingga Kebutuhan Traktor Petani

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho.

GOSIPGARUT.ID — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho, melakukan kunjungan kerja maraton ke sejumlah sentra pertanian di Kabupaten Garut. Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Pertanian menyoroti persoalan yang dihadapi petani mulai dari serangan hama tikus hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Kunjungan kerja yang didampingi jajaran tim kerja pertanian Garut itu dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional berjalan optimal di tingkat lapangan sekaligus menyerap langsung aspirasi petani dan penyuluh pertanian.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Kecamatan Kadungora, dilanjutkan ke Leuwigoong, dan berakhir di Kecamatan Malangbong. Di sela agenda tersebut, Eko Nugroho juga mengunjungi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Malar Wangi yang dinilai memiliki perkembangan kelembagaan dan potensi usaha tani yang cukup baik.

Baca Juga:   Untuk Mengairi Lahan Tadah Hujan, Dispertan Garut Gencar Bangun Sumur Bor di Sejumlah Daerah

Dalam dialog bersama kelompok tani, salah satu persoalan utama yang mencuat ialah keterbatasan Alsintan untuk mendukung percepatan pengolahan lahan. Menanggapi hal itu, Eko memastikan usulan kebutuhan traktor roda dua dan roda empat akan menjadi perhatian pemerintah pusat.

Menurut dia, modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi kerja petani di lapangan.

“Kebutuhan Alsintan menjadi perhatian kami karena sangat membantu percepatan tanam dan pengolahan lahan pertanian,” ujar Eko di hadapan petani dan penyuluh.

Selain persoalan alat pertanian, petani juga mengeluhkan maraknya serangan hama tikus yang mulai mengancam tanaman dan hasil panen. Menyikapi kondisi tersebut, Eko menginstruksikan jajaran penyuluh bersama instansi terkait segera melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus secara masif.

Baca Juga:   Kementan Serap dan Olah Kedelai Lokal Petani Garut dan Cianjur

Ia menilai pengendalian hama harus dilakukan secara serentak agar dampaknya lebih efektif dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi petani.

Dalam kesempatan itu, Eko juga meminta para penyuluh mempercepat pengusulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) secara tepat dan akurat. Menurut dia, kelompok tani atau Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang telah terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) akan lebih mudah mendapatkan akses bantuan pemerintah.

Tak hanya itu, program strategis nasional seperti Luas Tambah Tanam (LTT), hibah bantuan pemerintah (Banper), serta Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) diminta untuk dikawal bersama agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Baca Juga:   Disnakertrans Garut Buka Peluang bagi Masyarakat Kurang Mampu untuk Bekerja di Jepang

“Harapan kami, program prioritas dari pusat dapat dijalankan dengan baik di Garut. Dengan pengawalan Alsintan dan bantuan pemerintah yang tepat sasaran, kita dapat meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani,” kata Eko.

Di akhir kunjungannya, ia turut mengapresiasi peran penyuluh pertanian di Kabupaten Garut yang dinilai menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani menjaga produktivitas pangan.

“Saya yakin dengan kekuatan dan pengalaman para penyuluh, produksi pangan di Garut akan terus meningkat demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” tutupnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *