Berita

Lewat Aplikasi ‘Srikandi’, Bupati Garut Ubah Cara Lama Jadi Digital: “Sekarang Tanda Tangan Bisa dari Rumah”

×

Lewat Aplikasi ‘Srikandi’, Bupati Garut Ubah Cara Lama Jadi Digital: “Sekarang Tanda Tangan Bisa dari Rumah”

Sebarkan artikel ini
‎Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, berbicara pada acara Penguatan Penggunaan Aplikasi Srikandi, yang dilaksanakan di Auditorium Ptof. Dr. Aam Hamdani Kampus 4 Uniga, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (15/10/2025).

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut mulai menanggalkan cara-cara lama dalam pengelolaan administrasi. Kini, birokrasi daerah itu beralih ke sistem digital lewat aplikasi Srikandi — Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi — yang menjadi langkah nyata menuju pemerintahan tanpa kertas (paperless government).

Langkah transformasi ini disorot langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri acara Penguatan Penggunaan Aplikasi Srikandi di Auditorium Prof. Dr. Aam Hamdani, Kampus 4 Uniga, Garut, Rabu (15/10/2025). Acara tersebut diikuti 158 peserta, mulai dari kepala dinas hingga operator aplikasi di seluruh SKPD dan kecamatan.

“Srikandi ini mengubah pola kerja saya. Dulu sering pulang malam karena harus menandatangani surat satu per satu. Sekarang cukup buka aplikasi, tanda tangan bisa dilakukan dari rumah,” ujar Bupati Syakur, yang disambut tepuk tangan para peserta.

Baca Juga:   Awali Tahun Dengan Ancaman, Industri Perhotelan Optimis di Semester 2 - 2025

Syakur menekankan bahwa manfaat terbesar dari Srikandi bukan hanya efisiensi waktu, tetapi juga keterbukaan dan akuntabilitas. Melalui sistem terintegrasi ini, seluruh surat dinas kini dapat didisposisikan ke 35 SKPD sekaligus dalam hitungan detik.

“Saya bisa tahu siapa yang sudah membaca surat edaran, siapa yang belum. Enggak bisa dimundurkan tanggalnya, enggak bisa di-backdate. Semua tercatat otomatis,” tegasnya.

Bupati menilai, dengan transparansi semacam ini, koordinasi lintas instansi menjadi lebih mudah. Ia bahkan menilai sistem digital dapat memperkuat budaya kerja yang disiplin dan berbasis hasil, bukan sekadar formalitas administrasi.

“Sekarang enggak perlu saya teriak-teriak, cukup satu perintah lewat aplikasi, semua bisa jalan,” tambahnya.

ANRI Ingatkan: Arsip Adalah Jejak Sejarah, Bukan Sekadar Dokumen

Sementara itu, Direktur Kearsipan Daerah II Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Wawan, mengingatkan pentingnya arsip sebagai bukti sejarah dan tanggung jawab publik.

Baca Juga:   440 Jamaah Haji Kloter 39 Asal Garut Tiba dengan Selamat, Disambut Keluarga Penuh Haru

“Garut berdiri sejak 1813. Tapi apakah kita punya catatan otentik dan lengkap tentang perjalanan Garut sejak saat itu? Itu tantangannya,” ujarnya.

Menurut Wawan, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, melainkan identitas dan memori kolektif bangsa. Karena itu, UU Nomor 43 Tahun 2009 menegaskan bahwa pengelolaan arsip adalah mandat negara, bukan pilihan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, melaporkan bahwa penggunaan aplikasi Srikandi di Pemkab Garut terus meningkat. Hingga pertengahan Oktober, tercatat 40.625 naskah masuk, 17.789 naskah keluar, dan 36.496 disposisi telah tercatat dalam sistem.

“Rasio keaktifan pengguna sudah di atas 50 persen, dan kami targetkan mencapai 80 persen pada akhir bulan,” ungkap Totong.

Baca Juga:   Waspada Hepatitis A, Bupati Garut Pimpin Rapat Khusus Tangani Lonjakan Kasus di Malangbong

Untuk memastikan transisi berjalan mulus, pihaknya membentuk Help Desk Srikandi yang bertugas menampung keluhan, memberikan solusi teknis, dan melakukan edukasi bagi seluruh pengguna.

Transformasi digital melalui Srikandi menjadi momentum penting bagi birokrasi Garut. Di tengah tantangan modernisasi pemerintahan, Garut mencoba menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya adaptif, tapi juga progresif.

“Ini bukan soal aplikasi, tapi soal perubahan budaya kerja,” tutur Syakur. “Kalau dulu kita bekerja dengan kertas, sekarang kita bekerja dengan data.”

Dengan semangat itu, Garut tampak mulai menulis babak baru dalam sejarah pemerintahannya — lebih cepat, transparan, dan efisien, sesuai tuntutan zaman digital. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *