GOSIPGARUT.ID — Sumber daya alam yang melimpah ruah menjadi modal dasar Kepala Desa (Kades) Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Hidmat Widjaya, untuk terus melakukan inovasi dan menggali potensi yang ada di wilayahnya agar bisa bermanfaat dan dapat mensejahterakan masyarakat.
Salah satunya dengan memanfaatkan lahan carik desa seluas 200 hektare. Di atas lahan tersebut ditanami pohon karet, cengkeh, dan kayu albasiah. Sedangkan tumpang sari ada pohon kapulaga, pisang, dan tanaman lain yang memiliki potensi ekonomi. Selain itu juga dibangun peternakan sapi dan domba.
“Ada lahan carik seluas 200 Ha di atas lahan tersebut kami sediakan kandang dan bibit sapi atau domba. Kami rangkul anak-anak yang putus sekolah untuk memelihara hewan tersebut,” ungkap Kades Mekarmukti, Hidmat Widjaya.
“Potensi ekonomi di bidang peternakan sangat menjanjikan meskipun tidak bisa langsung dinikmati hasilnya karena investasi jangka menengah dan bisa dilakukan di sela-sela aktivitas bertani dan berkebun,” sambung Ketua Apdesi Kecamatan Cibalong itu.
Hidmat mencontohkan, jika satu tahun pertama memelihara satu ekor sapi, maka tahun berikutnya bisa menjadi dua ekor, tahun ketiga sudah menjadi 4 ekor. Selanjutnya akan terus berkembang biak dan bisa menjadi aset untuk dijual lagi jika ada kebutuhan mendesak seperti ingin membangun rumah, menyekolahkan anak-anak, bahkan untuk beribadah haji.
“Modal dasarnya hanya kemauan dan mau bekerja keras. Kandang dan bibit sudah kami sediakan, pakan rumput sudah tersedia melimpah ruah di alam dan bisa dilakukan di sela aktifitas bertani atau berkebun. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa sejahtera,” beber dia.
Menurut Hidmat, memelihara hewan ternak sapi atau domba selain sebagai investasi juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pembelian pupuk kimia. Siklus bertani dan memelihara hewan ternak menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena dari alam bisa diambil rumput untuk pakan ternak, dan dari kandang bisa kembali ke alam sebagai pupuk kandang yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah.
“Pupuk kandang justru lebih bagus dibanding penggunaan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kandang, meski tidak bisa langsung membuat tanaman hijau namun membuat tanah menjadi subur. Siapapun yang mau study banding silahkan saya siap membuktikannya. Mari kita kurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” urainya.
Hidmat pun menargetkan program pemeliharaan hewan ternak di wilayahnya bisa menjadi pilot projeck untuk membantu memenuhi kebutuhan daging di Indonesia.
“Kita targetkan peternakan ini mampu menembus pasar di seluruh Indonesia agar kebutuhan daging bisa terpenuhi dari wilayah kita sendiri tanpa harus impor lagi. Kami optimis karena kami memelihara ternak unggulan. Di samping itu kami memiliki potensi sumber daya alam berupa pakan ternak yang sangat melimpah ruah,” pungkasnya. (Ai Karnengsih)



.png)















