Berita

Duka Korban Banjir Bandang di Garut Bangkitkan Empati Seorang Perwira Polisi

×

Duka Korban Banjir Bandang di Garut Bangkitkan Empati Seorang Perwira Polisi

Sebarkan artikel ini
Perwira polisi, Ade Najmulloh, bersama korban banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, menyisakan duka dan trauma mendalam bagi masyarakat yang harta bendanya habis tergerus banjir.

Bencana ini sungguh tak pernah terbayangkan bakal terjadi di benak mereka. Sebab, di saat ribuan kali hujan mengguyur daerah itu, alam di sana tidak pernah “murka” dengan memberikan bencana.

Kesedihan dan kekecewaan pun menyeruak akibat harus kehilangan harta benda yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun. Bencana itu juga menimbulkan dampak psikologis yang berat.

Wajar, jika kemudian membangkitkan empati pelbagai pihak, termasuk seorang perwira polisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat AKBP Drs. Ade Najmulloh.

“Bencana banjir bandang ini tidak hanya air, namun juga membawa material lumpur, batu dan pohon-pohon besar, sehingga sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap kemana-mana. Pemerintah harus melakukan assessment penyebab terjadinya banjir apakah akibat alih fungsi lahan yang seharusnya menjadi resapan air beralih fungsi menjadi bangunan yang luas,” kata dia, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga:   Panen Cabai di Garut Diharapkan Bisa Memberikan Kontribusi dalam Penanganan Inflasi

Menurut Ade, dampak tejadinya bencana banjir bandang tersebut menimbulkan trauma dan kesedihan bagi warga. Sebagai putra daerah, ia terpanggil untuk melakukan trauma healing kepada korban banjir bandang agar bisa segera pulih dari trauma, kesedihan, dan kekecewaan akibat kehilangan harta benda yang mereka kumpulkan bertahun-tahun.

“Saat terjadinya banjir bandang kebetulan saya sedang cuti dinas, maka saya langsung berkoordinasi dengan Sekda Kabupaten Garut, Kalak BPBD Kabupaten Garut, dan camat, untuk menyisir lokasi yang terkena bencana. Sebagai putra daerah, saya tahu betul daerah mana saja yang terkena bencana,” ujar dia.

Baca Juga:   Pura-pura Sakti, Polisi di Garut Takuti Penjual Miras dengan Cara Pecahkan Botol Lewat Tenaga Dalam

“Bersama masyarakat dan relawan saat itu juga saya menyisir lokasi-lokasi yang terkena bencana, membuka akses jalan yang tertutup longsor agar bisa dilewati dan menyisir rumah-rumah warga yang terendam agar bisa segera diselamatkan. Saya juga memberikan bantuan kebutuhan bagi masyarakat baik secara pribadi maupun yang bersumber dari para donatur,” tambah Ade.

Ia meminta pemerintah segera memulihkan kondisi masyarakat pasca bencana agar bisa menjalani aktivitas secara normal.

“Pemerintah harus segera memulihkan kondisi masyarakat pasca bencana dengan menggunakan anggaran, baik yang bersumber dari pemerintah maupun para donatur. Pemerintah pun diharap segera memperbaiki infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas umum masyarakat agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal dan segera bangkit dari kesedihan,” ucap Ade.

Baca Juga:   Menteri Sosial Salurkan Bantuan Langsung ke Korban Banjir di Garut

Begitu pula dengan rumah-rumah warga yang rusak, ia minta agar segera dibangun kembali supaya warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing.

“Saya merasakan kesedihan warga akibat adanya banjir bandang ini. Bagi warga yang terkena musibah, mudah-mudahan diberikan kesabaran dan ketabahan untuk bisa melewati bencana ini,” pungkas Ade. (Ai Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *