Berita

Siswa SD di Cisewu Tewas Tenggelam, Santunan Datang dari Para Pihak

×

Siswa SD di Cisewu Tewas Tenggelam, Santunan Datang dari Para Pihak

Sebarkan artikel ini
Keluarga besar pendididikan Kecamatan Cisewu saat berkunjung ke rumah keluarga korban. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Seorang siswa kelas 6 SDN Cikarang 1, tewas tenggelam di Sungai Cilaki yang tidak jauh dari tempat tinggalnya pada Minggu (6/9/2020). Jenazah korban bernama Siti Shopiah (11) itu pun telah dimakamkan pada Minggu sore kemarin dengan prosesi pemakamannya dihadiri Camat Cisewu dan perangkat Desa Cikarang.

Tewasnya anak dari Parhan, warga Kampung Koropas, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, itu memunculkan empati dari para pihak. Camat Cisewu, Hery, selain menghadiri prosesi pemakaman jenazah korban, juga memberikan santunan berupa beras dan uang kepada keluarga korban.

Hal serupa dilakukan oleh keluarga besar pendidikan Kecamatan Cisewu. Mereka, yang terdiri dari Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, pengawas, PGRI, dan kepala sekolah juga guru-guru di SDN Cikarang 1, Senin (7/9/2020), mengunjungi rumah keluarga korban di Kampung Koropas.

Baca Juga:   Pemutaran Film “RRR” di Kedutaan Besar India Jakarta: Pujian, Penghargaan, dan Perayaan Bahasa Telugu

“Kedatangan kami ke sana, selain menjenguk keluarga korban yang tengah berduka, juga untuk menyerahkan santunan dari keluarga besar pendidikan Kecamatan Cisewu. Mudah-mudahan bantuan dari kami ini menjadi obat kedukaan yang tengah dirasakan keluarga,” kata Korwil Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab.

Ia tidak menjelaskan berapa besar jumlah santunan yang diberikannya itu. Namun Agus mengharapkan agar bantuan darinya bisa meringankan beban yang tengah dihadapi keluarga korban.

Baca Juga:   Bangunan Pesantren Yapinur Limbangan Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

Sebagaimana diceritakan keluarga korban, Siti Shopiah tewas akibat tenggelam di sebuah bendungan kecil di Sungai Cilaki yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumahnya, pada pukul 10:30. Diduga korban tenggelam setelah terpeleset ketika dia bermain air di bendungan itu bersama teman-temannya dan terjerembab ke bagian terdalam pada kedalaman dua meter.

Disebutkan, di antara teman-teman korban tidak ada seorang pun yang bisa menolong korban yang sudah tenggelam. Dengan kondisi panik, teman-teman korban hanya bisa meminta pertolongan ke orangtua korban. Namun sayang, sebelum pertolongan datang, korban sudah meregang nyawa. (GP)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *