GOSIPGARUT.ID — Banyak Puskesmas di Kabupaten Garut dilaporkan tidak memiliki tenaga apoteker. Tenaga yang khusus mengelola masalah farmasi (obat-obatan) ini bahkan sejak dulu tidak ada di sejumlah pusat kesehatan masyarakat itu.
Seperti di Puskesmas Cisewu, menurut kepalanya — Atep Cahya, ketidakadaan tenaga apoteker itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu ketika ia sendiri masih menjabat sebagai staf. Selama ini yang bertugas mengelola obat di lembaganya adalah petugas obat dengan disiplin ilmu dari akademi farmasi.
“Petugas itu berdisiplin ilmu strata satu (S1) bidang farmasi. Kami memiliki seorang petugas obat yang dinilai mampu bekerja di bidang kefarmasian tersebut,” kata Atep, Rabu (22/7/2020).
Ia menegaskan, pihak Puskesmas sangat mengharapkan adanya tenaga apoteker untuk mengelola masalah obat agar lebih profesional dan sesuai ketentuan. Masalahnya pihak Puskesmas tidak bisa menugaskan begitu saja soal tenaga apoteker.
“Untuk menugaskan tenaga apoteker di Puskesmas adalah kewenangan Kepala Dinas Kesehatan. Jadi, jika ada yang bertanya kenapa di Puskesmas belum ada tenaga apoteker, tanyakan saja ke Dinas Kesehatan,” ujar Atep.
Ia mengaku sudah berkali-kali mengajukan kepada Dinas Kesehatan untuk menugaskan tenaga apoteker ke Puskesmasnya, namun sampai saat ini belum juga dikabulkan. ***



.png)











