Berita

Disdik Garut Dukung Keputusan Pemerintah Soal Kemungkinan Penghapusan UN

×

Disdik Garut Dukung Keputusan Pemerintah Soal Kemungkinan Penghapusan UN

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah pusat segera mengeluarkan keputusan soal kemungkinan dihapuskannya Ujian Nasional (UN) di semua jenjang pendidikan mengingat kian masifnya penyebaran virus corona (Covid-19). Akan hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut akan mendukung apapun kebijakan yang diputuskan pemerintah tersebut.

“Semakin masifnya penyebaran Covid-19, memang harus disikapi serius oleh semua pihak, termasuk menempatkan keselamatan peserta didik sebagai prioritas utama. Meski masih menunggu keputusan resminya, kami sepakat dengan hasil rapat Mendikbud dan Komisi X DPR yang memutuskan penghapusan UN tahun ini,” kara Kepala Disdik Garut, Totong, S.Pd, M.Si, Selasa (24/3/2020).

Menurut dia, penentuan kelulusan peserta didik bisa dilakukan dengan cara yang lain. Opsinya bisa daring, nilai rapot, atau nilai kumulatif selama tiga tahun sekolah. “Kemungkinan besar belajar mandiri dari rumah akan diperpanjang sampai 31 Maret 2020. Soal perpanjangan belajar mandiri ini, kami akan buatkan surat edarannya,” ujar Totong.

Baca Juga:   Bupati dan DPRD Garut Setujui Pembentukan Kabupaten Garut Utara

Kadisdik memperkirakan, dengan melihat situasi dan kondisi terkini, bahwa ujian sekolah juga tidak akan dilaksanakan. Karena yang terpenting saat ini mesti dilakukan adalah dimaksimalkannya usaha untuk memutus rantai makin meluasnya penyebaran virus corona termasuk di dunia pendidikan.

“Kurikulum bisa dirumuskan lagi. Yang paling penting saat ini memutus penyebaran virus corona. Jika anak-anak dipaksakan belajar di sekolah akan sangat berbahaya bagi mereka,” tandas Totong.

Baca Juga:   Dua Pejabat Pemkab Garut Dirotasi, Beni Yoga Jadi Kadiskanak dan Haeruman Jadi Kadistan

Menurutnya, saat ini di Kabupaten ada sekitar 600 ribu pelajar dari jenjang PAUD hingga SMP, belum ditambah dengan pelajar di bawah naungan Pemprov Jabar dan Kementrian Agama. ”Mereka semua belajar secara mandiri di rumah masing-masing dibimbing para guru, dan kemungkinan waktunya diperpanjang karena tak cukup waktu dua minggu untuk memutus penyebaran virus ini,” ujar Totong. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *