GOSIPGARUT.ID — Kerja keras dan ketekunan Muhammad Azi Zulhakim dalam menimba ilmu, akhirnya membuahkan hasil. Bersama mahasiswa lainnya pada 18 Desember 2021 lalu ia diwisuda dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom)
Melalui beasiswa bidikmisi, alumni SMKN 1 Garut ini berhasil mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut (Uniga) selama empat tahun. Walaupun ayahnya, Apit Bisri, hanya seorang pengayuh becak dan ibunya Rosmiati bekerja serabutan dengan bantu-bantu tetangga di sekitarnya.
“Kalau bapak pertama kali ngabeca tahun 1992 atau kurang lebih sudah hampir 29 tahun. Sedangkan mamah pertama kali bantu-bantu mungkin sejak tahun 2000-an atau sudah hampir 20 tahun,” ujar anak bungsu dari tiga bersaudara ini.
Azi menuturkan, alasan ayahnya ngabeca karena waktu dulu ayahnya memakai kacamata dan merasa kurang pede, akhirnya Apit memutuskan ngabeca sampai sekarang. Namun kini perekonomian sudah sedikit terbantu dengan menjual gas isi ulang.
“Walau bapak pengayuh becak, namun pendidikannya tidak rendah-rendah amat sih. Bapa saya yang kini genap 56 ini dulunya lulusan STM YPPT jurusan teknik mesin,” ujar Azi yang berdomisili di Kampung Kaumlebak, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota ini.
Ia menuturkan alasan kenapa ibunya hanya bekerja bantu-bantu saja. Karena memang background pendidikan yang kurang mumpuni, sehingga tidak bisa bekerja secara formal. Pendidikan formal ibunya tidak lulus sekolah dasar (SD).
“Hal-hal tadi menjadi motivasi saya untuk memberikan dan menunjukan bahwa anak seorang tukang beca dan juga anak seorang tukang bantu-bantu tetap bisa merengkuh gelar sarjana. Walaupun, saya kuliah melalui beasiswa bidikmisi,” ujar anak muda kelahiran 9 Maret 1999 ini.
Kerja keras orang tua Azi juga tak hanya mengantarkan Azi menjadi seorang sarjana, melainkan kedua kakaknya pun dapat mengenyam pendidikan yang cukup tinggi. Keduanya merupakan lulusan SMKN 1 dan SMKN 2 Garut.
Sambil kuliah, Azi juga bekerja sebagai tenaga outsourcing di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Garut, dijalaninya sudah hampir setahun lebih. (Yuyus)



.png)














